Meresahkan Warga, 9 Anak Jalanan Ditangkap

WONOSOBOZONE – Operasi terpadu Cipta Kondisi di laksanakan oleh Koramil-13/Leksono dengan Polsek Leksono, Trantib Kecamatan Leksono, Senin(21/11). Dengan sasaran tempat mangkal para remaja, tempat hiburan, dan perempatan traffic light Sawangan serta jembatan gantung Selokromo-Sojokerto.
Kapten Inf Sutarjo berkordinasi dengan Kapolsek Leksono AKP Wahyudi S.H, dan Kasi Trantib Kecamatan Leksono Sambodo, untuk menggelar operasi terpadu mengatasi kenakalan remaja yang sering terjadi termasuk Gepeng(Gelandangan dan Pengemis) yang sering membuat resah para pengguna jalan yang sedang melintas jalur Semarang – Purwokerto atau sebaliknya. Mereka sering mangkal di perempatan Desa Sawangan tepatnya di Traffic Light(bangjo Sawangan).Dengan dalih mengamen tetapi jika tidak di kasih sama pengguna jalan mereka kadang mengatakan dengan kata-kata yang jorok, seakan memaksa untuk di kasih. Sedang uang dari hasil yang mereka kumpulkan di gunakan untuk membeli minuman dan rokok. Terkadang sering menggores mobil yang melintas jika ngamen mereka tidak di hargai.
Kapolsek Leksono dan Kasi Trantib menyetujui pendapat dari Danramil untuk masing-masing mengerahkan personelnya untuk melaksanakan operasi terpadu. Sasaran pertama  sesuai laporan warga berada di perempatan Sawangan. Dari lokasi pertama dapat di amankan 9 orang Gepeng, selanjutnya 9 Gepeng di bawa ke Polsek Leksono. Untuk di proses lebih lanjut dan oleh Polsek dari kesembilan anak di beri sangsi Tipiring. AKP Wahyudi membenarkan apa yang di sampaikan oleh Danramil dari hasil laporan warga bahwa mereka sering mangkal di perempatan bangjo Sawangan. Di samping sangat mengganggu pemandangan juga tindakan mereka sering membuat resah pengguna jalan. Terkadang para pengguna jalan dihadapkan pada situasi yang dilematis. Kalau mereka ngamen tidak dikasih terkadang mobil mereka kena gores, tetapi jika dikasih itu jelas tindakan yang sangat tidak mendidik. Apalagi rata-rata anak sekarang sukanya kepada yang serba instant, tidak mau kerja tetapi pingin punya uang untuk kebutuhan mereka sendiri. Jelasnya mereka suka membelanjakan hasil jerih payahnya untuk sesuatu yang tidak berguna seperti minuman beralkohol.
Dari hasil operasi terpadu Muspika memberikan pencerahan kepada 9 Gepeng yang terjaring Razia, untuk tidak mengulangi tindakan yang memalukan. Padahal dari mereka ternyata banyak anaknya orang yang mampu, mereka hanya inginkan kebebasan. Dan rata-rata kurangnya perhatian dan belai kasih sayang orang tua. Untuk itu kepada semua orang tua luangkan waktu untuk memberi perhatian kepada anak, berikan pondasi kepada mereka tentang norma agama,pemerintah, dan bersosialisasi dengan masyarakat, tidak salah bergaul dan selektif terhadap apa yang mereka dapat dan melihat. Agar keberadaan mereka akan berarti paling tidak bagi dirinya sendiri, keluarga dan meluas kepada terciptanya Generasi muda yang mandiri, pungkas Sutarjo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here