Merdeka Dari Belenggu Cinta Harta Benda

WONOSOBOZONE.COM – Pada hakikatnya, berkorban merupakan jalan kemerdekaan dari belenggu cinta harta benda. Kita mengingat bahwa Allah menyelamatkan Ismail ‘alahisisslam dari pisau cinta karena taatana kepada-Nya. Allah juga menyelamatkan Ibrahim ‘alahissalam yang dari kebimbangan cinta karena fokus pada cinta yang lebih agung, yaitu Allah.

Kemerdekaan tidak hanya pengampunan dan pembebasan dari hukuman Allah, tetapi juga pembaharuan hidup kita di hadapan Allah. Dengan lain kata, disamping pengampunan juga pembaharuan hidup. Yakni, kita menjadi semakin tanggap terhadap perintah Allah dan memahami kebutuhan hidup sesama manusia.

Kita adalah hamba Allah yang hidup di antara sesama manusia sehingga sekalipun batin kita telah menyatakan iman, tetapi iman harus diwujudkan dalam hubungan kasih sayang, kepedulian, empati dan menjauhkan diri dari perilaku mendzalimi sesama makhluk-Nya.

Lalu, tanda-tanda apa sajakah yang seharusnya dimiliki oleh orang yang sungguh-sungguh beriman ? Orang yang percaya Allah harus memiliki karakter yang mencerminkan atribut dan identitasnya di dalam Allah. Setidaknya tiga karakteristik, yaitu

Pertama, iman. Orang beriman, yakin terhadap semua perintah Allah betapapun ia merasa keberatan. Bagi mereka yang menerima perintah Allah dengan ikhlash, mereka yakin terhadap balasan Allah. Dan bagi mereka yang yakin terhadap firman-Nya, Allah menjanjikan hidup yang kekal. Sebaliknya, mereka yang tidak percaya pada perintah Allah, tidak memiliki hidup kekal. Pengorbanannya hanya untuk tujuan duniawi, bukan untuk Allah.

Kedua, ketaatan. Bagaimana kita tahu bahwa kita mengenal Allah? Mengenal Allah tidak hanya mengetahui fakta tentang Allah, tetapi juga mengalami (kehadiran) Allah secara pribadi. Kita tahu bahwa kita mengenal Allah ketika kita mematuhi perintah-perintah-Nya. Tidak ada seorangpun yang dapat mematuhi perintah Allah dengan sempurna. Tetapi orang yang mengenal Allah berjuang menurut kapasitasnya untuk mematuhi Allah.

BACA JUGA:  LEMBAGA MASYARAKAT DAN DUNIA USAHA DIHARAP ANDIL DALAM KESEJAHTERAN ANAK DAN PEREMPUAN INDONESIA


Ibrahim dan Ismail ‘alaihimassalam telah memberi teladan perjuangan melawan egoism. Oleh sebab itu, orang yang mengenal Allah tentu melawan egoisme, keserakahan dan kedzaliman. Terus-menerus berada dalam egoism, keserakahan dan kedzaliman menunjukkan bahwa ia belum mengenal Allah.


Ketiga : Kasih Syang. Allah adalah sumber rahmat (kasih sayang) dan Allah telah mengasihi kita. Oleh sebab itu, orang yang mengenal Allah harus mengasihi. Kasih sayang, persaudaraan, kerukunan dan saling menghormati itu berasal dari Allah. Mengasihi adalah salah satu tanda bahwa ia lahir dalam buaian kasih sayang Allah dan mengenal Allah. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak mengasihi sesama menunjukkan bahwa ia tidak mengasihi Allah.

Esensi dari kasih sayang adalah pengorbanan. Ibrahim ‘alihissalam telah menunjukkan kepada kita dalam hal pengorbanan. Ibraham telah mengalami berkah Allah yang sangat berkelimpahan dalam hidupnya. Bahkan Allah juga berjanji kepadanya bahwa melalui keturunannya semua bangsa akan mendapat berkah.

Namun, dalam kehidupannya; Ibrahim ‘alihissalam tidak hanya menerima berkah Allah yang berkelimpahan, tetapi juga berbagai proses yang sukar dan penuh pengorbanan. Dia harus meninggalkan ayah, saudara, keponakan dan segala sesuatu yang berharga dalam hidupnya harus demi imannya kepada Allah. Sebagai puncak dari semua ujian itu, Allah meminta Ibahim ‘alihissalam mempersembahkan Ismail, anaknya yang yang dikasihinya.

Kenyataannya, Ibraham ‘alihissalam menunjukkan ketaatan yang luar biasa kepada Allah. Sesudah menerima perintah Allah, Ibrahim ‘alihissalam bersiap-siap melaksanakan perintah Allah. Bila kita berada pada posisi Ibrahim ‘alihissalam, mungkin kita akan menunda melaksanakan perintah itu dengan harapan Allah akan membatalkan permintaan-Nya.

Akan tetapi, Ibrahim ‘alihissalam tidak berbuat demikian. Ibrahim ‘alihissalam tidak menunda. Pagi-pagi benar dia bangun dan bersiap-siap melaksanakan perintah Allah yang berat itu. Sungguh Ibrahim ‘alihissalam memperlihatkan iman, ketaatan, dan kasih kepada Allah yang luar biasa!

BACA JUGA:  Wisuda dengan Pesta Kebun


Mungkin saat ini anda berkata kepada Allah: “Tuhan, segala sesuatu yang ada padaku boleh Engkau ambil, tetapi yang satu ini jangan Engkau ambil dariku.” Akan tetapi, Allah berkuasa mengambil apapun yang ada pada kita semua.
Di antara ujian atas ketaatan kita kepada-Nya, adalah Allah meminta dan mengambil seseorang atau sesuatu yang paling berharga dalam hidup kita sampai kita dapat memiliki iman sejati dan hanya menginginkan ridha Allah serta surga yang luasnya melebihi bumi dan langit.

Bila anda ingin memiliki kehidupan yang diberkahi seperti Ibrahim ‘alihissalam, anda pun harus mau mengalami proses yang sama seperti yang dialami Ibrahim‘alihissalam. Bila anda ingin dipakai oleh Allah menjadi berkah bagi banyak orang seperti Ibrahim‘alihissalam, anda pun harus memiliki iman, ketatan, dan pengabdian kepada Allah seperti yang dimiliki Ibrahim‘alihissalam. Memang proses itu berat dan sukar, tetapi proses itu harus anda alami. Dan dengan mengalami ujian itulah, kita merdeka dari belenggu cinta dunia dan ego.[w@]

Penulis : H. Wajihudin Al-Hafeez, MSPA .

Pengasuh Asrama Al-Muzani Kompleks SMK TAQ Kalibeber, Pengajar pada UNSIQ Jateng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.