Mercon Tradisi Ramadhan dan Idhul Fitri Yang Melegenda

WONOSOBOZONE – Kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya mercon. Mercon merupakan hal yang identik ketika Ramadhan datang.
Di Indonesia, Petasan sudah menjadi salah satu hal yang biasa ditemui, terutama pada saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Petasan (dikenal sebagai mercon) adalah peledak berupa bubuk yang dikemas dalam beberapa lapis kertas, biasanya bersumbu. Bubuk yang digunakan sebagai isi petesan merupakan Bahan peledak kimia yang membuatnya dapat meledak pada kondisi tertentu.
Bahan Peledak kimia adalah suatu rakitan yang terdiri atas bahan-bahan berbentuk padat atau cair atau campuran keduanya yang apabila terkena aksi (misalnya benturan, panas, dan gesekan) dapat mengakibatkan reaksi berkecepatan tinggi disertai terbentuknya gas-gas yang menyimbulkan  efek panas serta tekanan yang tinggi. Bahan peledak kimia ada dua macam yaitu low explosive (daya ledak rendah) dan high exploisive (daya ledak tinggi).
Bahan peledak yang  berdaya rendah mempunyai kecepatan detonasi antara 400 dan 800 meter per detik. Sementara bahan peledak tinggi mempunyai kecepatan detonasi antara 1000 dan 8500 meter per detik. Bahan peledak rendah sering di sebut propelan (pendorong) yang banyak digunakan sebagai pada peluru dan roket. Bahan peledak rendah yang dikenal adalah mesiu dan smokeless powder.
Bagi sebagian masyarakat Indonesia, mesiu banyak digunakan sebagai pembuatan petasan, termasuk petasan banting dan bom ikan. Bubuk mesiu adalah jenis bahan peledak tertua yang ditemukan oleh bangsa Cina pada abad ke 9 dan mesiu ini banyak digunakan untuk pembuatan petasan, kembang api, sumbu ledak.
Mercon, kembang api  telah menjadi tradisi pada saat Ramadhan dan Idul Fitri, mulai dari anak-anak, remaja hingga Tua ikut andil dalam menyalakan mercon (petasan).
Penulis : Ida Ayu Putu Rustia / HMI Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here