Merasa Sudah Cukup, Salah Seorang Warga Mundur Dari Peserta PKH

WONOSONOZONE – Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Wonosobo di gelar di Pendopo Kabupaten, pada Jumat (1/11/). Dalam kesempatan tersebut juga turut hadir Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Sekda Wonosobo Drs. One Andang Wardoyo, Ketua DPRD Wonosobo Afiv Nur Hidayat, serta sejumlah pejabat OPD lainnya.

Kedatangan Wagub tidak lain adalah untuk melakukan koordinasi kemiskinan di kabupaten atau kota di Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, ada salah satu warga yang menyatakan dirinya mundur dari peserta penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Setelah empat tahun menerima bantuan dari pemerintah, Muslihatun, warga Desa Rojoimo Kecamatan Wonosobo, mantap untuk “diwisuda”. Dia tak ingin lagi mendapat bantuan karena kini merasa sudah mampu.

Saya memutuskan untuk tidak menerima bantuan karena sekarang sudah lebih mampu. Dan ini merupakan bagian dari mensyukuri nikmat Tuhan,” tutur ibu 3 anak itu saat ditemui pada acara tersebut.

Penghasilan suaminya yang rata-rata Rp 1,5 juta dirasa Muslihatun sudah cukup untuk menghidupi keluarga. Sebab, hanya tinggal membiayai sekolah si bungsu, yang kini menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Pada kesempatan itu Muslihatun juga mengungkapkan upayanya untuk mengajak tetangganya yang sudah mampu tetapi masih menerima bantuan, agar “diwisuda”. Setidaknya ada 15 orang di desanya yang menerima bantuan pemerintah.

Saya itu prihatin, ada tetangga yang sebenarnya sudah mampu tetapi masih mau menerima bantuan pemerintah. Masa kalau orang miskin dia punya tabungan dan tabungannya tidak sedikit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Muslihatun mengajak para penerima PKH yang sudah mampu untuk tidak lagi menerima bantuan, bukan persoalan mudah. “Ada kecenderungan mereka dimanjakan dengan bantuan yang selama ini diberikan,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Mie Ongklok, Kuliner Yang Mengoda

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, bantuan memang harus diberikan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin. Namun, tidak boleh selamanya.

Kalau dilakukan seterusnya juga tidak baik karena mereka akan senang di bawah. Kalau dalam Islam ada hadist tangan di atas lebih baik daripada di bawah. Kalau kita beri bantuan terus mereka akan senang di bawah,” katanya.

Menurut Wagub, Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan. Mulai dari pembangunan rumah tidak layak huni, jambanisasi, pemasangan listrik gratis, hingga berbagai pelatihan dan pemberdayaan. Upaya tersebut juga sudah dilakukan dengan program 1 OPD 1 desa dampingan.  

Di Kabupaten Wonosobo ada 4 desa yang didampingi. Kalau kita cek, saya yakin tidak hanya sedikit yang keluar dari program PKH karena dari Pemprov melalui satu OPD satu desa dampingan, kami komitmen tidak hanya membangun fisik tapi juga pemberdayaan,” pungkasnya. (Why)

SC : Humas Jateng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.