Menjadi Kabupaten Termiskin, Pemerintah Wonosobo Fokus Kurangi Kemiskinan Dan Pengangguran

WONOSOBO ZONE
Menyandang
gelar sebagai Kota termiskin di Jawa Tengah membuat pemerintah Wonosobo harus
bekerja dengan lebih keras dalam mengatasi masalah tersebut dan lebih semangat
untuk memberdayakan masyarakat.
Dalam
Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah
(RKPD) yang digelar  Pemerintah Kabupaten
Wonosobo, Rabu (25/3) menyepakati 7 program prioritas untuk dilaksanakan pada
Tahun 2016. Percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran menjadi salah
satu prioritas utama, mengingat hingga akhir 2014 lalu, Kabupaten Wonosobo
masih menyandang predikat sebagai Kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Bupati,
HA Kholiq Arif yang memimpin langsung Musrenbang RKPD tersebut menegaskan, baik
dari unsur eksekutif, legislatif, hingga perwakilan organisasi kemasyarakat
yang turut dalam forum tersebut agar memahami fokus dan program prioritas yang
disepakati.
Kepala
seksi statistik, data dan infrastruktur Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Eko Sri
Darminto SH. Menanggapi khusus di program pengurangan kemiskinan, Eko menyoroti
masih tingginya disparitas antara Kabupaten Wonosobo dengan angka kemiskinan
Provinsi Jawa Tengah. Dari data Tahun 2013, Eko menyebut bahwa angka kemiskinan
di Kabupaten Wonosobo masih di angka 22,08 %, jauh lebih tinggi dari Provinsi
Jateng yang ada di angka 14,44 %. Untuk Tahun 2016, Provinsi Jawa Tengah bahkan
memiliki target mereduksi angka kemiskinan hingga mencapai 8,60 % sampai 8,35
%. Karena itulah, agar terwujud sinkronisasi antara program pemerintah Provinsi
dengan Pemerintah Kabupaten, sasaran prioritas yang telah ditetapkan dalam
Musrenbang RKPD wajib dipahami dan direalisasikan sesuai kesepakatan semua
peserta. (apr)
wonosobokab

lintasme.init(‘right’); // options : left, top, bottom, right

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here