Memasuki Masa Akhir Musim, Harga Tembakau Turun

Temanggungzone – Memasuki masa – masa akhir musim, tembakau di Temanggung justru terus mengalami penurunan harga. Beberapa petani tembakau pun tentu saja sangat mengeluhkan akan hal tersebut.
.
Wahyu Dwi Widyantoro, petani tembakau di desa Medari Kecamatan Ngadirejo mangatakan bahwa harga dari petani saat masa awal musim masih sekitar 70-80 ribu per kg untuk tembakau yang ditanam di tanah sawah, namun diakhir musim harga turun diangka 55-60 ribu per kg.
.
“Turunnya drastis, padahal dibulan Agustus harga masih stabil diangka 70-80 ribu per kg”, ucap Wahyu saat ditemui di rumahnya, Rabu 3 Oktober 2018.
.
Untuk tembakau tegalan pun, lanjut Wahyu juga mengalami penurunan, bahkan harga tembakau murni anjlok paling pol 40 ribu per kg nya di harga petani.
.
“yang harganya masih bagus itu justru malah tembakau impor atau tembakau yang berasal dari luar daerah, yakni diatas 60 ribu per kg”, tambah Dian.
.
Meski musim tembakau sudah hampir berakhir, namun masih banyak juga petani yang tembakaunya belum habis karena belum terjual. Menurut Wahyu, hal tersebut terjadi dikarenakan sebagian petani ada yang menanamnya belakangan.
.
“untuk mensiasati tembakau yang tak laku biasanya tembakau dijadikan lembutan, meski lakunya lama karena jarang peminatnya, harganya lumayan”, kata Wahyu

Untuk petani yang tembakaunya sudah terjual pun juga mengalami permasalahan dalam hal pembayaran. Uangnya belum cair semua, harus menunggu sampai kurun waktu kurang lebih sebulan, padahal para petani juga didesak oleh kebutuhan yang lain.
.
Hal serupa juga dikeluhkan petani tembakau lainnya. Terpisah, petani tembakau di desa Batursari Kecamatan Kledung, Suwandi mengatakan tembakau jenis twalo yang ia tanam kini harganya hanya mencapai 60 ribu saja untuk tiap kg nya.
.
“Sebelumnya bisa mencapai 80-90 ribu per kg, semakin ke sini justru makin menurun harganya, sekarang per kg hanya 60 ribu, itupun sudah dengan kualitas super atau grade D”, ucap Suwandi yang juga merupakan petani kopi itu.
.
Kata Suwandi, cuaca pada musim tembakau kali ini tidak terlalu mendukung sehingga yang panen sedikit tidak seperti tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Puskesmas Wonosobo I Terakreditasi Pertama Di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.