Melongok Festival Desa Wisata, Rumah Kuno Disulap Menjadi Museum Tani


WONOSOBOZONE – Salah satu desa wisata di Kabupaten Wonosobo yang tengah booming beberapa hari terakhir yakni Anggrunggondok menambah lagi salah satu koleksi tempat kunjungan wisata bernuansa sejarah. Dusun yang berada di Desa Reco Kecamatan Kertek itu telah menyulap salah satu rumah kuno yang sempat mangkrak menjadi museum tani. Beberapa warga dan perangkat setempat beserta OPD terkait membuat museum tersebut bertepatan saat diluncurkannya festival desa wisata yang digelar belum lama ini. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo mengatakan museum tani menjadi pelengkap para wisatawan ketika berkunjung di dusun yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani tembakau itu. “Dusun ini kami proyeksikan sebagai pilot project desa wisata yang ada di Kabupaten Wonosobo. Dengan harapan desa lain jadi termotivasi untuk turut menggerakkan potensi wisata yang mereka miliki untuk menjadi desa wisata juga, agar nantinya dapat berimbas pada peningkatan derajat perekonomian warga sekitarnya,” terang Andang kepada Wartawan, Senin (27/11).
.
Pada museum tersebut, para pengunjung bisa melihat dan mengenal alat-alat  yang biasa digunakan para petani tembakau untuk bercocok tanam. Nama alat alatnya pun cukup unik bahkan asing ditelinga orang awam. Diantaranya alat dengan bentuk seperti rudal yang dinamakan ponjo. “Alat ini biasa digunakan untuk membuat lubang pada tanah. Selain itu ada cacak, alat ini biasanya digunakan para petani untuk mengiris tembakau yang akan dijemur. Ada juga rigen garangan, tempat untuk menjemur sekaligus tempat untuk menaruh tembakau yang diasap menggunakan tungku api dan masih banyak alat-alat yang dipajang di museum tani ini, mulai dari alat tradisional hingga modern,” ungkap salah satu pengelola desa wisata Anggrunggondok..
Selain itu, uniknya bangunan museum ini adalah salah satu bangunan kuno milik warga yang sudah tidak terpakai. Tak hanya alat alat saja yang dipamerkan di museum ini, para pengunjung bisa melihat foto kuno Wonosobo jaman dahulu alias foto jadul hitam putih. Meski baru saja diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, jumlah pengunjung museum tani sudah mencapai ratusan orang yang didominasi oleh siswa yang penasaran dengan museum tani. Bahkan menurut salah satu pengunjung, museum tersebut bisa menambah wawasan dalam ilmu pertanian. “Senang saya bisa mengenal alat-alat pertanian disini. Biasanya saya hanya melihat ponjo, rigen, cacak hanya lewat gambar saja. Sekarang bisa lihat secara langsung bahkan memegangnya,” tutur salah satu pengunjung asal Kota Magelang yang terlahir pada generasi Z, Shinta Wahyu. (Ard)

BACA JUGA:  Polres Gelar Apel Pengamanan Pilkades Serentak di Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.