Melihat Perayaan Ultah Ke-47 Bupati Wonosobo Digelar Sederhana, Potongan Tumpeng Pertama Untuk Petugas Kebersihan

WONOSOBOZONE – Bupati
Wonosobo, HA Kholiq Arif menapak usia ke-47 tahun, Rabu (16/9). Seperti
tahun-tahun sebelumnya, momentum pergantian usia pria kelahiran Kampung
Jaraksari, Kota Wonosobo tersebut tidak dirayakan secara berlebihan. Sebuah
tumpeng sederhana berhias lilin berbentuk angka 47 menjadi simbol penanda bahwa
hari tersebut, suami Aina Liza itu sudah berganti umur. Kholiq sendiri mengakui,
perayaan ulang tahun bukanlah tradisi dalam keluarganya. “Sejak saya kecil
tidak ada kebiasaan merayakan ulang tahun, namun mungkin karena adanya
perhatian dari orang-orang di sekeliling saja, hari ini ada acara potong
tumpeng dan tiup lilin”, kata Bupati di depan para Staf Ahli Bupati dan Asisten
Sekda, serta beberapa pegawai dari Bagian Komunikasi dan Telematika, Bagian
Umum dan petugas rumah tangga yang turut merayakan ulang tahunnya di Pendopo
Kabupaten.
Memasuki
usia ke 47 tahun tersebut, Kholiq mengaku masih banyak yang harus ia perbaiki.
“Ini tahun terakhir saya sebagai Bupati, karena pada 30 Oktober mendatang sudah
harus menanggalkan jabatan”, ungkap Kholiq dengan suara rendah setengah
berbisik. Selama 10 tahun berada di kursi Bupati, Bapak 4 anak itu mengakui
banyak sekali kesalahan dan kekhilafannya yang perlu dimintakan maaf. “Terutama
bagi orang-orang yang hampir setiap hari ada di sekeliling saya, seperti petugas
protokol, sopir, ajudan, hingga petugas kebersihan dan pegawai rumah tangga, saya
tentu harus banyak berterimakasih dan meminta maaf, bila selama ini sering
membuat repot”, tutur mantan wartawan tersebut.
Kepada
para pegawai yang selama ini membantunya menjalankan roda pemerintahan dari
balik layar, Kholiq juga mengaku sangat berterimakasih. “Sebenarnya lebih
banyak yang harus saya mintai maaf, karena memang saya merasa banyak membuat
mereka repot” lanjut Kholiq. Dengan telah saling memaafkan, Kholiq berharap,
kelak ketika ia kembali ke masyarakat, tali silaturahmi tetap terjaga. “Jangan
sampai tali silaturahmi terputus, karena memutus silaturahmi termasuk ke dalam
golongan orang yang berdosa besar”, tandasnya.

Demi
menunjukkan apresiasi terhadap para pegawai di lingkungan terdekatnya, Kholiq
memberikan potongan tumpeng pertama, yang telah dilengkapi lauk dan sayuran
oleh sang istri, kepada Barito, salah satu petugas kebersihan di Kantor
Sekretariat Daerah. “Potongan tumpeng pertama ini saya serahkan kepada Mas
Barito, yang bersama teman-temannya begitu berdedikasi menjaga kebersihan Kantor
Bupati”, ungkap Kholiq sembari menjabat erat tangan Barito. Mendapat potongan
tumpeng pertama tersebut, Barito mengaku sangat terharu. “Tidak menyangka,
ternyata hari ini diberikan kehormatan, menerima potongan tumpeng ulang tahun,
langsung dari Bapak Bupati” ungkap Barito semringah. (Ard)

Bupati Didampingi Istri memilih lauk untuk Barito

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here