Melihat Cara Unik UPIPA Wonosobo Peringati Hari Anti Kekerasan On Air Di Radio, Ajak Semua Staf Nyanyikan Lagu-Lagu Tentang Perempuan

WONOSOBOZONE – Belum banyak orang tahu bila di setiap akhir tahun terdapat 16 hari, mulai dari tanggal 25 November sampai tanggal 10 Desember, yang digunakan para aktivis perempuan di Indonesia untuk berkampanye melawan kekerasan. Beragam cara dilakukan untuk menyuarakan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya dan dampak negatif tindak kekerasan, khususnya yang dilakukan kepada anak dan kaum perempuan. Di Wonosobo, Unit Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (UPIPA) pun melakukan hal yang sama. Bahkan salah satunya dengan cara unik, yaitu melalui lagu-lagu populer yang diperdengarkan secara langsung di radio milik pemerintah. Ketua UPIPA, Nuraini Areswari menyebut langkah on air di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Pesona FM ini sebagai upaya strategis, mengingat saat ini radio juga menjadi salah satu media yang digemari warga Wonosobo. 
Ketika ditemui di sela acara On Air Sweet Song with UPIPA, Senin (30/11) Nuraini menjelaskan latar belakang bahwa sepanjang 16 hari hingga 10 Desember mendatang, pihaknya akan menggelar banyak kegiatan. Selain melalui dialog di radio, acara off air roadshow ke sekolah-sekolah pun akan dilakukan. “Kami prihatin dengan maraknya kasus kekerasan yang menimpa remaja putri akhir-akhir ini, sehingga kami pun merasa perlu berkampanye ke sekolah-sekolah demi mencegah hal itu agar tidak terjadi di Wonosobo,” terang Nuraini. Menurut aktivis perempuan yang ikut membidani lahirnya UPIPA pada tahun 2003 itu, ada 15 jenis kekerasan terhadap kaum hawa yang saat ini marak terjadi. “Paling dikenal dan paling sering terjadi adalah kekerasan jenis perkosaan,” beber Nuraini. Namun sebenarnya, ia menerangkan perkosaan tidak selalu harus berupa persetubuhan dengan paksaan. “Kami tengah berupaya keras agar rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual masuk ke prolegnas,” jelas Nur lebih lanjut. Dengan adanya undang-undang yang mengatur jelas bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan, bisa lebih mudah ditangani dan diberikan sanksi yang setimpal. 
Ditambahkannya, ke 15 jenis kekerasan yang bisa masuk ke dalam kategori perkosaan antara lain adalah intimidasi seksual termasuk ancaman atau percobaan perkosaan. Selain itu, pelecehan seksual seperti siulan, main mata, hingga sentuhan fisik yang mengarah pada upaya eksploitasi seksual juga masuk pada bentuk kekerasan. “Masih ada lagi seperti perdagangan perempuan untuk tujuan seksual, prostitusi paksa, perbudakan seksual, pemaksaan perkawinan, cerai gantung, pemaksaan kehamilan, pemaksaan aborsi, pemaksaan kontrasepsi dan sterilisasi, penyiksaan seksual, penghukuman tidak manusiawi dan bernuansa seks, praktik tradisi bernuansa seksual atau mendiskriminasi perempuan, dan kontrol seksual termasuk lewat aturan diskriminatif beralasan moralitas dan agama,” urai Nuraini. 
Di internal UPIPA sendiri, Nuraini mengaku terus mendorong agar para konselor alias pendamping yang biasa berhubungan langsung dengan klien, untuk tak lelah menyuarakan keberpihakan kepada kaum perempuan. Lagu-lagu bertema anti kekerasan, seperti yang dinyanyikan dalam acara radio tersebut disebut Nuraini menjadi salah satu bukti bahwa UPIPA memang memiliki concern lebih pada nasib kaum wanita Wonosobo. “saya sendiri memilih menyanyikan sebuah lagu berjudul Wanita, yang juga menjadi original soundtrack film Soekarno,” pungkas Nuraini. 
source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here