Masyarakat Kota Dingin Berkomitmen Bunuh Hoax

WONOSOBOZONE – Setelah Bandung, Jakarta, Semarang dan beberapa kota besar mendeklarasikan diri untuk menolak berita hoax, kali ini Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah berkomitmen untuk memerangi informasi palsu itu. Masyarakat dari kota kecil yang berada di sentral Provinsi Jawa Tengah tersebut bersama-sama melakukan aksi anti hoax di halaman pendopo Bupati, Jum’at (10/3). Bersamaan dengan perayaan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN), segenap masyarakat bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo dan insan pers menamakan dirinya dengan masyarakat Indonesia anti hoax.
“Banyak informasi hoax yang viral di media sosial yang kemudian memicu keributan. Bahkan, merembet menjadi kerusuhan fisik, dan berpotensi mengganggu keamanan nasional. Kami tidak ingin hal semacam itu terjadi di Wonosobo,” ujar Bupati Wonosobo, Eko Purnomo ketika membuka acara Jalan sehat dalam rangkaian puncak HPN.
Eko menyebut rendahnya budaya literasi atau membaca buku di Indonesia menjadi penyebab maraknya penyebaran berita yang tidak sesuai fakta atau hoax itu. Terlebih ketika informasi dusta yang ada di media sosial lebih mudah beredar.  Selain itu, menurut Bupati, kebanyakan netizen jarang melakukan klarifikasi berita, sehingga semua informasi, baik fakta maupun fiksi, ditelan secara mentah sebagai fakta terpercaya.
“Kalau berita bohong ini tidak disaring dan tidak dicermati oleh masyarakat, maka fakta yang tidak benar akan dikonsumsi dan diolah menjadi referensi. Yang dikhawatirkan jika berita bohong tersebut berimbas kepada kebencian, dan perselisihan. Akibatnya kebencian lah yang menjadi nilai atau referensi dari pembaca,” tuturnya di hadapan 10 ribu peserta jalan sehat.
Sementara, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) wilayah Wonosobo, Edy Purnomo mengaku pihaknya bersama rekan pers tengah menggencarkan upaya tolak berita bohong dengan salah satu tagline nya, “PWI Bunuh Hoax”. Edy berharap masyarakat lebih dewasa dalam mencerna informasi. “Kami mengajak warga dan juga Pemkab untuk bersama-sam mendeklarasikan bunuh hoax agar masyarakat bisa mengkonsumsi berita dengan kedewasaan dan pendidikan,” pungkasnya. (Ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here