Masyarakat Diajak Gerakan Gemar Membaca

WONOSOBOZONE – Safari gerakan Nasional Gemar Membaca akhirnya menyambangi Kabupaten Wonosobo, Jumat (13/5). Melalui gerakan yang diinisiasi Perpustakaan RI dan Kantor Arpusda Wonosobo tersebut, masyarakat diajak untuk meningkatkan minat terhadap bacaan, mengingat saat ini tingkat literasi Indonesia sudah sangat tertinggal dibanding Negara lain. “Rendahnya minat baca masyarakat membuat indeks pembangunan manusia Indonesia kini jauh di bawah  Negara Asean lain seperti Singapura, Malaysia, maupun Thailand,” jelas Kepala Pusat Pengolahan Bahan Perpustakaan RI, Ahmad Maskuri dalam sambutannya di awal acara.
Dibanding Amerika Serikat yang masyarakatnya telah membaca tak kurang dari 25 buku per tahun, Maskuri mengaku Indonesia juga terlalu jauh di bawah. “Untuk ASEAN, jumlah buku yang dibaca sudah 3 buku per tahun, sedang Indonesia ini masih ada di kisaran 0-1 buku,” lanjutnya. Hal itu, menurut Maskuri tak lepas dari kegemaran sebagian besar masyarakat Indonesia yang lebih memilih menonton acara Televisi dibanding membaca buku. “91,6 % orang yang disurvey di seluruh Indonesia mengaku memilih menonton TV daripada menekuni buku bacaan,” ungkap Maskuri. Kenyataan memprihatinkan itulah, yang menurutnya kemudian melahirkan inisiatif safari gerakan Nasional Membaca. Pemerintah daerah, dikatakan Maskuri harus mendukung penuh gerakan pembudayaan minat baca di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda dan pelajar. “Terlebih saat ini sudah beredar surat imbauan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang berisi ajakan agar sekolah membiasakan memulai pembelajaran dengan membaca, 15 menit sebelum mulai KBM,” tandas Maskuri.
Permintaan Maskuri itu langsung ditanggapi tegas oleh Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo. Di depan para tamu undangan yang memadati Pendopo Kabupaten, Wabup mengatakan bahwa upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia di Wonosobo menjadi salah satu prioritas program pemerintah. “Saya bahkan berharap gerakan membaca ini bisa sampai ke tingkat Rukun Tetangga (RT) dengan didukung Pemerintah desa,” tegas Agus.  Hal itu, menurut Wabup memungkinkan, mengingat desa kini disokong dana cukup besar untuk membangun. “Jadi agar desa tak hanya mengalokasikan dana untuk pembangunan infrastruktur tapi juga untuk pembangunan sumber daya manusia melalui pembudayaan membaca,” jelas Wabup ketika didaulat sebagai narasumber sarasehan bersama Kepala Pembinaan dan Pengawasan Kantor Arpusda Provinsi Jateng Titik Rahayu, Kepala Bappeda One Andang Wardoyo, dan Kepala Arpusda Wonosobo, Musyafa.
Senada dengan Wabup, Pemerhati budaya sekaligus seniman asli Wonosobo, Agus Wuryanto menilai, Pemkab memang perlu mendorong agar minat baca masyarakat lebih meningkat. “Mungkin salah satunya dengan mengintensifkan lomba mendongeng, serta membudayakan gerakan menghafal buku bacaan di kalangan siswa,” tutur Agus. Pembudayaan membaca, disebut Agus juga akan membuat anak-anak tak kecanduan gadget, yang kini cenderung lebih banyak dampak negatifnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here