Master Asal Jepang Siap Latih Pemuda-Pemudi Wonosobo Jadi Ahli Teh Profesional

WONOSOBOZONE – Kekhasan teh asal Wonosobo tak hanya diakui di pasar dalam Negeri saja. Dihasilkan dari daerah dengan kondisi geografis yang sangat cocok untuk pertumbuhannya, teh produksi PT Tambi Wonosobo juga diakui oleh dunia Internasional memiliki kualitas di atas rata-rata. Pengakuan serupa juga disampaikan oleh salah satu master teh profesional asal Jepang, Fushao Shimoda di depan lebih dari 100 peserta student general pelatihan Teh tingkat Basic yang digelar Koperasi Masyarakat Teh Indonesia (KOMTEI) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Kamis (15/9). Menurut Shimoda, dengan memiliki potensi teh yang luar biasa tersebut, Wonosobo akan bisa dikenal di dunia sebagai penghasil teh berkualitas tinggi. “Yang diperlukan sekarang adalah bagaimana teh dengan kualitas tinggi ini bisa dioptimalkan pengolahannya dengan teknologi yang memadai dan tentunya diperlukan para ahli yang benar-benar menguasai seluk beluk bagaimana membuat teh agar memiliki nilai lebih tinggi dan diterima pasar lebih luas,” tutur Shimoda dalam bahasa Jepang yang kemudian diterjemahkan oleh seorang translator.

Demi mengoptimalkan potensi teh asli Wonosobo itulah, Shimoda mengaku siap memberikan pelatihan kepada warga masyarakat, khsususnya para pemuda-pemudi agar kelak mampu menguasai teknik pengolahan teh secara profesional. “Pelatihan tingkat basic ini kami perkenalkan agar kelak para peserta yang memang bersedia menekuni teh, mengerti kemana harus menimba ilmu,” lanjut Shimoda. Selain upaya dengan memberikan pelatihan kepada warga masyarakat, bersama KOMTEI, Shimoda juga mengaku terus mengeksplorasi potensi lain teh dari Wonosobo. Ia menegaskan kesiapannya untuk melakukan penelitian secara lebih serius, termasuk bagaimana teknik pengolahan daun teh dengan mesin yang lebih praktis, sehingga tidak diperlukan ruangan besar seperti yang ada di pabrik-pabrik teh di Indonesia saat ini. “Mesin pengolahan teh di Indonesia ini sangat besar-besar, sehingga tidak bisa membuat bermacam-macam contoh teh, sehingga saya berfikir untuk bisa menciptakan mesin-mesin lebih kecil agar diperoleh contoh-contoh teh,” lanjutnya. Dari contoh-contoh teh itulah, kemudian pabrik bisa menilai mana saja yang paling tinggi nilainya untuk kemudian diproduksi dalam jumlah besar.

Kesediaan master teh dari negeri Sakura untuk berbagi ilmu dan melakukan penelitian terhadap teh tersebut mendapat tanggapan positif dari Bupati Wonosobo, Eko Purnomo. Melalui pelatihan tingkat basic yang digelar untuk memperkenalkan sejauh mana potensi dan pangsa pasar teh tersebut, Bupati berharap agar para peserta jeli melihat peluang. “Kita harus paham dan sadar bahwa ada potensi besar dari teh ini, yang apabila dioptimalkan akan mampu menumbuhkan daya saing daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbau Bupati. Ajakan kerjasama dalam upaya meningkatkan penguasaan teknologi dalam hal pengolahan teh yang disampaikan Shimoda, menurut Eko juga layak diapresiasi dan ditanggapi pihak-pihak terkait. “KOMTEI maupun PT Teh Tambi saya harap mampu menangkap ajakan kerjasama ini sebagai salah satu langkah untuk memajukan industri teh di Wonosobo, sehingga kelak lebih dikenal lagi di dunia.” tandasnya.

Selaras dengan imbauan Bupati tersebut, Ketua KOMTEI Taufik Ismail mengaku ia telah mempersiapkan diri dalam menghadapi era baru teh Wonosobo. Industri Teh di Wonosobo, menurut Taufik tak hanya menjadi domain sektor pertanian, karena saat ini juga masuk dalam bidikan sektor pariwisata. “Banyak wisatawan yang senang menikmati kesejukan dan kesegaran udara di perkebunan teh, sehingga ini juga layak untuk menjadi perhatian secara lebih serius,” tuturnya. Melalui KOMTEI, Taufik mengajak warga masyarakat Wonosobo untuk bersama-sama menggarap beragam potensi teh Wonosobo, sehingga kelak benar-benar mampu menjadi ikon daerah yang dikenal, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Source Wonosobo kab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here