Masa Suram Alun-Alun Wonosobo

Kebakaran Pasar di Alun Alun Wonosobo tahun 2004

WONOSOBOZONE – Sebelum ditata seperti saat ini, warga Wonosobo sempat merasa kehilangan Alun-Alun Kota dalam beberapa saat. Itu terjadi, kala Alun-Alun dijadikan sebagai tempat penampungan sementara lapak pedagang pasca tragedi kebakaran Pasar Induk Wonosobo 11 Maret 2004.

Saat itu, Alun-Alun berubah sumpek karena penuh dengan lapak-lapak pedagang. Alun-Alun kehilangan fungsi sebagai ruang publik. Warga yang ingin jalan-jalan dan pelajar yang hendak olah raga harus gigit jari, karena Alun-Alun disulap menjadi pasar induk. Alun-Alun menangis, warga pun tampak miris melihat ruang yang dulu terbuka lebar jadi penuh sesak bangunan-bangunan kios pasar.

Ironisnya, tak lama setelah itu, pasar penampungan sementara di Alun-Alun hangus terbakar 9 Juli 2004. Alun-Alun berubah bopeng. Hitam legam. Bahkan beberapa pohon beringin di Alun-Alun merangas kering terbakar dilalap si jago merah.
Alun-Alun kehilangan kebanggaan. Yang tersisa hanya onggokan abu dan arang bekas material yang terbakar. Rumput yang semula menghampar hijau hilang tak berbekas. Anak-anak tak bisa lagi melepas riang di ruang publik itu.
Suasana makin suram saat saat Alun-Alun dibangun. Karena sekeliling Alun-Alun ditutup rapat dengan pagar bambu demi kepentingan pengerjaan proyek. Alun-Alun bagaikan kandang ayam yang kehilangan pesonanya.

Paska kebakaran dan penutupan Alun-Alun selama penataan, menjadi pengalaman yang paling suram. Sebab, Alun-Alun tidak bisa diakses oleh siapa pun. Alun-Alun seolah berhenti dari denyut nadi aktifitas warga.

Alun Alun Wonosobo Porak Poranda

Kini ruang publik itu, sudah berubah total dan terlihat lebih anggun setelah direnovasi dan diresmikan pada tahun 2008. Tidak saja bisa untuk olah raga seperti sepak bola, volly dan basket, tapi juga bisa digunakan untuk wisata keluarga. Ada arena khusus olah raga jalan kaki, taman kota dan air mancur. Ada tempat duduk santai bagi pengunjung yang ingin sekadar bersandar di sana.

Paska penataan, Alun-Alun Wonosobo kini memang tampak lebih indah, apik, bersih dan cantik. Fasilitas hotspot area di seputar Alun-Alun membuat siapa saja bebas berselancar di dunia maya.

Berdirinya miniatur candi Dieng di wilayah utara, Taman Prajuritan wilayah timur dan Taman Kartini wilyah selatan menambah keelokan Alun-Alun Wonosobo.

Keindahan Alun Alun Wonosobo Pasca Renovasi

Pada tanggal 22 Desember 2014 Pasar Induk Wonosobo berduka lagi, untuk keempat kalinya pasar induk tersebut mengalami kebakaran hebat yang meluluhlantakan  Wilayah Barat lantai I, II dan III. Untuk saat ini pedagang tidak disediakan lapak di Alun-Alun Wonosobo lagi karena Pedagang sudah disediakan lapak sementara di jalan-jalan protokol dan parkiran Pasar Induk Wonosobo wilayah Timur oleh Pemeritah Daerah.

Kota dingin Wonosobo saat ini menjadi salah satu destinasi wisata yang tersohor sampai kepenjuru Nusantara bahkan Dunia. Sebagai warga Wonosobo semestinya turut andil menjaga keindahan Kota Wonosobo agar tetap  ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah), buanglah  sampah pada tempatnya, karena kebersihan ruang publik bukan hanya tanggung jawab Pasukan Orange tapi semua element masyarakat. Ayoo….!!! jadikan Kota Wonosobo sebagai Kota Adipura, Kota Bunga, Kota Hijau dan Kota Investasi (AM).

BACA JUGA ARTIKEL :
Alun-Alun Wonosobo Terindah di Jawa Tengah
– 10 Alun-Alun Terindah di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here