Makam Ki Ageng Wonosobo Masuk Agenda Ziarah Hari Jadi Ke 191

WONOSOBOZONE – Agenda ziarah makam para pendiri Kabupaten Wonosobo bertambah satu lokasi. Apabila pada tahun-tahun sebelumnya hanya 6 makam ditambah makam Bupati Setjonegoro di Payaman Magelang, menjelang Hari Jadi Wonosobo ke 191 ini, makam Ki Ageng Wonosobo menjadi makam ke 8 dan masuk dalam agenda rutin untuk tahun-tahun mendatang. Ketua panitia ziarah makam dalam rangka Hari Jadi ke-191 Wonosobo, Eko Riyanto seusai prosesi tabur bunga di makam Ki Ageng Wonosobo, Rabu (20/7) menjelaskan perihal dimasukkannya makam di Dusun Wanasaba, Desa Plobangan, Selomerto itu dalam agenda ziarah tahunan.
Menurut Eko, Ki Ageng Wonosobo, atau juga sering disebut dengan Raden Joko Dukuh, merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah berdirinya Kabupaten Wonosobo. “Raden Joko Dukuh merupakan Putra dari Raden Bondan Kejawen dan Dewi Nawangsih,” jelas Eko. Bondan Kejawen sendiri, disebut Eko merupakan Putra Prabu Browijoyo V, Raja ke 10 Kerajaan Majapahit yang memerintah mulai Tahun 1468 sampai 1478 M. Ketika beranjak dewasa, Raden Joko Dukuh diperintahkan untuk berguru kepada Sunan Gunungjati di Cirebon. “Setelah berguru itulah Joko Dukuh kemudian diminta untuk membuka lahan di sebuah tempat, yang akhirnya dinamakan Wanusaba, dan beliau dijuluki dengan Ki Ageng Wonosobo,” tandas Eko.
Penjelasan Eko tersebut selaras dengan keterangan Kades Plobangan, Ismail. Pihak Desa, diakui Ismail bahkan telah membukukan sejarah tersebut dengan bantuan penelitian dari PMII Unsiq. “Sejak 2009 sebenarnya kami telah berupaya mengusulkan agar Makam Ki Ageng Wonosobo ini agar masuk menjadi agenda ziarah bersama makam Tumenggung Jogonegoro di Pakuncen, Selomerto, makam Tumenggung Selomanik di Kaliwiro, makam Bupati Mangunkusumo, di Ketinggring, Kecamatan Wonosobo, makam KH Muntaha di Desa Deroduwur, Mojotengah, KH Asmorosufi di Sapuran, dan Makam H Abdul Fatah di Desa Tegalgot, Kepil, namun baru Tahun ini bisa terlaksana,” urai Ismail. Dengan masuk nya makam Ki Ageng Wonosobo tersebut, Ismail berharap warga masyarakat juga lebih memahami sejarah berdirinya Kabupaten Wonosobo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here