Mahkota Caping untuk Pejabat Wonosobo

Kyai Budi Saat memakaikan Caping kepada para Paslon dan Pejabat Wonosobo ( foto oleh DNGmglMuach)

WONOSOBOZONE – Dalam acara doa bersama dalam rangka menjelang Pilkada yang berlangsung semalam di gedung Korpri Wobosobo, Rabu malam (25/11). Pihak KPU Wonosobo selaku penyelenggara juga menghadirkan Kiai Amin Budi Harjono dari Semarang sebagai penceramah.
Tidak hanya mengisi tausyah, dalam kesempatan itu sang Kiai yang juga mwrupakan seorang budayawan membagikan caping kepada ke empat pasangan calon Bupati dan Cawabup serta jajaran pejabat daerah setempat yang hadir.
Caping tersebut dimaksudkan sebagai pepeleng (pengingat) bahwa seorang pemimpin mempunyai kewajiban yang sangat besar. Caping sendiri merupakan sejenis topi berbentuk kerucut yang umumnya terbuat dari anyaman bambu. Caping biasanya dipakai oleh para petani ketika sedang bekerja di sawah. Ia menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa, ada nama sebuah lagu Jawa yang berjudul Caping Gunung. 
Kiai Budi menjelaskan filosofi Caping, dimana caping sendiri merupakan miniatur gunung yang mempunyai ujung meruncing.“Caping adalah simbol dimana bagian bawah mengkisahkan kehidupan di bumi sedangkan bagian atas merupakan tujuan hidup yang menuju puncak tertinggi,” jelas Kiai Amin.
Orang dahulu memakai caping tidak hanya bertujuan agar terhindar dari panasnya terik matahari, namun sebagai simbol agar saat berkerja, hendaknya kita selalu ingat kepada sang Pencipta, ungkapnya.
“Seorang Petani yang memakai caping selalu tidak terlihat wajahnya, itu mengajarkan bahwa dalam bekerja tidak harus memperlihatkan muka siapa saya dan siapa kita, namun lebih kepada karya apa yang sudah kita cipta”, tambah Kyai.
Dalam ceramahnya Kyai Budi juga menampilkan tarian sufi yang dimainkan bersama ke dua santrinya dari Pondok Pesantren Al Ishlah yang dipimpinnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here