Mahasiswa Fisioterapi UMS Teliti Kebiasaan Hidup Warga Wonosobo

WONOSOBOZONE – Kebiasaan hidup warga masyarakat dalam menjalani kehidupan mereka sehari-hari menjadi perhatian khusus bagi para mahasiswa Program Study Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS).
Sesuai dengan ilmu yang mereka pelajari, kebiasaan sederhana warga seperti cara duduk, cara mencangkul, hingga kebiasaan berjalan akan memberikan pengaruh bagi kesehatan tubuh. Karena hal itu pula, 104 mahasiswa yang mulai Selasa (2/1) ini akan memulai program kuliah kerja nyata (KKN) di 6 Desa juga bakal berfokus pada upaya-upaya memperbaiki kebiasaan penduduk, terutama pada kebiasaan keliru dan bisa berakibat pada kecacatan bentuk tubuh.
Niat baik para mahasiswa tersebut, seperti diungkapkan Wahyuni selaku dosen pembimbing, bakal dilakukan selama 12 hari. “KKN di enam desa yaitu Pulosaren dan Ropoh Kecamatan Kepil, kemudian Kwadungan, Purwojiwo dan Simbang Kecamatan Kalikajar, serta Desa Batursari Kecamatan Sapuran kami harapkan bakal membuka wawasan para mahasiswa terhadap pentingnya berperilaku baik dan sehat warga masyarakat,” terang Wahyuni ketika ditemui seusai acara penerimaan oleh Pj Bupati, di ruang rapat Bappeda.
Menurut Wahyuni, penelitian dan assessment terhadap penduduk tersebut bertujuan agar ke depan, warga di keenam desa tersebut terhindar dari kesalahan bentuk tubuh yang bahkan berpotensi menimbulkan kecacatan. “Kebiasaan duduk siswa di sekolah dasar maupun cara para petani dalam mencangkul di ladang, apabila tidak benar bisa memunculkan gangguan kesehatan, dan apabila tidak diperbaiki secepatnya, bahkan sangat mungkin berefek pada cacat tubuh,” terang Wahyuni. Mengingat hal itulah, selama 12 hari berbaur dengan warga di 6 desa mahasiswa diharapkan lebih proaktif dalam memberikan pemahaman yang baik dan benar terkait perilaku hidup sehat dalam kegiatan sehari-hari.
“Hal ini juga akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa ketika mereka kelak lulus dan mesti bersaing di dunia kerja, mengingat keterampilan dalam berkomunikasi dengan warga juga akan mengasah kepekaan dan pola pikir setiap mahasiswa,” tutup Wahyuni.Bagi Pemerintah Kabupaten Wonosobo, kehadiran para mahasiswa yang hendak melaksanakan program KKN bakal berimbas positif.
Diakui oleh Penjabat Bupati Satriyo Hidayat, upaya untuk memperbaiki derajat kesehatan warga masyarakat memang masih menjadi pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan. “Kami mengapresiasi inisiatif kalangan akademisi yang hendak membantu upaya peningkatan kesadaran warga masyarakat agar mereka memiliki kehidupan yang lebih layak, lebih sehat dan produktif,” jelas Satriyo.
Dengan kehadiran para cendekiawan muda dari kalangan kampus, Pj Bupati yang dalam kesempatan tersebut didampingi pula Kepala Bappeda One Andang Wardoyo, meyakini warga di lokasi KKN juga bakal menerima penyuluhan yang diberikan. “Warga masyarakat Wonosobo dikenal ramah dan terbuka untuk menerima saran maupun imbauan positif demi perbaikan taraf hidup dan derajat kesehatan mereka,” pungkas Satriyo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here