Mabes TNI Tinjau Program Swasembada Pangan Wonosobo

WONOSOBOZONE – Program serapan gabah ( Sergap ) dalam rangka menyukseskan program swasembada pangan terus berjalan.  Untuk mengetahui secara langsung dilapangan Mabes TNI menurunkan Tim agar mengecek dan mengevaluasi sejauh mana tingkat keberhasilan program swasembada pangan. Tim di ketuai Kolonel Inf  Immer HPB meninjau ke beberapa kabupaten, salah satunya di Wonosobo. (13/6)
Peninjauan langsung ke sasaran panen bertempat di Dusun Bomerto Bumireso milik Mudofir yang sedang memanen padi jenis Ciherang dengan luas 0,6 Ha.  Peninjauan ini dimaksudkan agar para pimpinan mengetahui secara langsung dilapangan berkaitan dengan program swasembada pangan, sebagai bahan evaluasi.
Kolonel Immer menyaksikan secara langsung transaksi jual beli gabah dari petani kepada Bulog. Setelah dicek tingkat kekeringan dan mutunya disepakati harga gabah sebesar Rp 3.900,-/Kg.  Harga tersebut memang lebih murah bila dibandingkan dengan harga pasaran gabah dibeli oleh para tengkulak.  Harga yang biasanya adalah berkisar 4.100 – 4.300 untuk jenis ciherang.
Ini bisa terjadi karena pemilik gabah diberi pengertian akan pentingnya kestabilan stok beras di Indonesia.  Bangsa Indonesia tidak ingin dijajah lagi khususnya masalah pangan.  Kolonel Immer menuturkan lebih lanjut bahwa kalau pemerintah mengimpor beras dari luar dengan kondisi baik itu hanya sekitar Rp 4.000 saja. Bila hal ini dibiarkan akan merugikan petani kita.  Karena beras di pasaran mulai harga 8.000 – 11.000 bahkan untuk beras tertentu bisa lebih.  Jual beli tersebut disaksikan oleh Komandan Kodim Letkol Dwi Hariyono, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Abdul Munir, Camat Wonosobo serta tim Sergab dari Suad TNI.
Para petani diberi pengertian bahwa saat ini sudah berlangsung pasar bebas, semua barang dari luar bisa masuk ke Indonesia dengan harga yang lebih murah, untuk itu para petani diharapkan dalam mengelola lahan menggunakan cara – cara yang  sudah diinstruksikan dari dinas Pertanian sehingga bisa meningkatkan hasilnya.  Apabila hasil bisa meningkat maka para petani bisa lebih sejahtera.
Kepedulian Mundofir ini bisa menjadi contoh bagi para petani lainnya agar mau menjual hasil panen ke Bulog.  Kita jangan hanya melihat kerugian yang ada bila dibandingkan dengan menjual kepada para tengkulak akan tetapi kita lihat manfaatnya bila kita menjual ke Bulog.  Salah satunya adalah beras yang ada di Bulig sebagai penyetabil harga pasaran; beras Bulog dijual ke masyarakat miskin hanya Rp 1.700 saja. Jadi tanpa kita sadari ternyata kita sudah membantu saudara – saudara kita.
Dan yang perlu diingat bahwa sudah seberapa banyak para kelompok tani mendapat bantuan dari pemerintah, mulai dari pupuk, bibit, obat, pendampingan dari para PPL bahkan alat pertanian seperti traktor dan semprot pun para kelompok tani juga sudah diberi.  Tidak ketinggalan apabila ada irigrasi yang rusak pemeritah juga tidak tinggal diam.  Oleh sebab itu tidak ada alasan lagi bagi para petani merasa rugi  apabila menjual sebagian hasil panen ke Bulog. Bulog tidak membeli semua gabah petani, Bulog hanya minta 10 % saja dari hasil panen.
Memang saat ini kita sadari bersama bahwa ada sebagian oknum yang berusaha mempermainkan harga – harga kebutuhan masyarakat. Ada juga yang menginginkan agar Bulog itu tidak ada.  Sehingga mereka bisa leluasa mempermainkan  harga dan mendapatkan untung yang berlimpat ganda. Itu merupakan jiwa – jiwa penghianat bangsa.
Setelah meninjau panen Tim Sergap juga meninjau Kantor Bulog Wonosobo untuk mengetahui secara langsung seberapa banyak beras yang terserap maupun tersimpan disana.  Juga melihat aktifitas di Bulog seperti bongkar muat dan lain sebagainya.
Camat Wonosobo Zulfa Akhsan Alim K, S.STP, M.Si mengucapkan selama datang di kecamatan Wonosobo dan terima kasih atas kunjungan kerja dari Suad TNI semoga kunjungan ini membawa dampak yang positif khususnya bagi para petani.  Dengan kunjungan ini mengingatkan kita bersama bahwa masalah ketahanan pangan merupakan tanggung jawab kita semua oleh sebab itu Zulfa mengajak agar bisa mengolah lahan sebaik mungkin sehingga bisa meningkatkan hasil.  Mumpung tanah ini masih milik kita. Sehingga bisa mengolah dengan semaunya. Selain itu juga mengajak untuk memanfaatkan lahan kosong disekitar kita untuk ditanami tanaman yang bisa memberi manfaat seperti sayur – sayuran atau yang lainnya.
Reporter: Pendim0707/wsb
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here