Longsor Di Garung dan Kota Wonosobo, 1 Rumah dan 1 Jembatan Malfungsi

WONOSOBOZONE – Hujan deras yang turun sepanjang siang hingga malam di hampir seluruh wilayah di Kabupaten Wonosobo, Sabtu (2/7) menyebabkan sebuah rumah di Dusun Pringapus, Desa Tegalsari, Kecamatan Garung rusak berat karena dilanda tanah longsor. Selain itu, tingginya intensitas hujan juga membuat aliran sungai di Kampung Jolontoro, Kelurahan Sambek, Kecamatan Wonosobo menderas dan mengikis pondasi sebuah jembatan, hingga akhirnya ambrol sehingga kini tak bisa digunakan secara sempurna. Kejadian yang berlangsung hampir bersamaan tersebut, menurut Agung Giri Adi, petugas dari Public Safety Centre (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kabupaten, tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
“Untuk kejadian di Pringapus, Tegalsari, kami dari 119 baru mendapat laporan sekitar pukul 22.00 WIB, dan langsung ke lokasi bersama tim SAR Kabupaten,” terang Agung saat ditemui di sekretariat PSC. Sesampai di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB, Agung mengaku warga setempat bersama personel Koramil dan Polsek Garung telah  mengevakuasi keluarga Rozikun. “Rumah yang tertimpa longsor atas nama Rozikun dan ditempati bersama istrinya Ny Mufihah, 1 balita dan seorang lansia atas nama Arni (60), dan untuk sementara mereka mengungsi di salah satu rumah tetangga yang relatif aman,” lanjut Agung. Selain 1 rumah yang rusak berat akibat tertimpa longsor tebing setinggi 10 meter tersebut, 1 rumah lain di dekat lokasi juga berpotensi tertimpa, sehingga keluarga beranggotakan 7 jiwa di dalamnya juga diminta untuk mengungsi. “Kondisi semua korban baik-baik saja, karena sewaktu kami lakukan pemeriksaan fisik tidak terdapat luka, maupun memar, serta normal tensi darahnya,” pungkas Agung.
Di tempat terpisah, tepatnya di RT 2 RW 9, Kampung Jolontoro, Kelurahan Sambek, derasnya hujan juga membuat sebuah jembatan pengubung jalur utama Mlipak, Sambek ambrol, sekitar pukul 19.30 WIB. Menurut Ny Harmaji (64), warga yang tinggal persisi di sisi jembatan, kondisi jembatan tersebut sudah lama miring, dan bahkan keretakan di sisi selatan jembatan sudah berlangsung lebih dari 3 bulan. “Lubang di sisi selatan jembatan juga sudah beberapa kali terjadi, dan hanya diupayakan tambal sulam seadanya oleh warga di sini,” terang Ny Harmaji. Akibat dari ambrolnya jembatan, Polres Wonosobo memberlakukan penutupan jalur Mlipak Sambek untuk sementara, dan hanya bisa dilintasi kendaraan roda 2 secara bergantian. “Kepolisian langsung turun dan meblokade jalan, serta memasang garis police line di lokasi ambrolnya jembatan, agar tak dilintasi mobil,” jelas Mahfud Sidik (42), pemilik bengkel mobil yang menghuni rumah di sisi timur jembatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here