Lereng Gunung Sindoro Mulai Ditanami Kopi

WONOSOBOZONE – Upaya konservasi lahan di lereng Gunung Sindoro mulai diintensifkan oleh para petani di kawasan tersebut. Kebutuhan terhadap terjaganya kawasan lereng Sindoro dari potensi tanah longsor, serta terpeliharanya sumber mata air alami demi mencukupi keperluan harian warga, mendasari inisiatif beberapa petani yang tergabung dalam kelompok tani Sindoro Makmur untuk menanam 7.000 batang bibit kopi dan 7.000 batang bibit Jenitri pada Jumat (27/5). Ketua kelompok tani sindoro makmur (KTSM) Dusun Anggrunggondok, Desa Reco, Kecamatan Kertek, Eko Budiyono mengaku ingin agar lahan di kawasan lereng Sindoro tetap subur sampai ratusan tahun kedepan, sehingga potensi pertaniannya dapat terus dimanfaatkan oleh anak-cucu. Upaya konservasi dengan budidaya tanaman kopi, serta tanaman keras berjenis Jenitri dikatakan Eko menjadi salah satu ikhtiar menuju terwujudnya cita-cita jangka panjang tersebut.
Adanya inisiatif dari para petani tersebut bak gayung bersambut dengan keinginan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Wonosobo. Kepala bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam dan lingkungan hidup, Endang Lisdyaningsih mengaku menyambut dengan antusias inisiatif tersebut. “Kami langsung menyediakan kebutuhan bibit kopi dan tanaman keras jenis Jenitri, total sebanyak 14.000 batang,” jelas Endang. Demi memotivasi para petani yang tergabung dalam KTSM itu pula, Endang mengaku telah berupaya menghadirkan Bupati beserta Wakil dan beberapa pejabat terkait untuk turut mengiringi acara penanaman di kawasan lereng Sindoro tersebut.
“Kami berharap dengan keterlibatan pimpinan daerah dan pejabat-pejabat terkait, upaya konservasi lahan tak berhenti sampai di sini, melainkan mampu memunculkan efek positif bagi banyak petani lain di kawasan  Sindoro untuk bergerak melakukan hal serupa,” lanjutnya. Meski akhirnya Bupati berhalangan hadir, para petani disebut Endang tetap semangat menanam bersama Wakil Bupati Agus Subagiyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Muawal Sholeh, serta Kepala Bappeda One Andang Wardoyo. “Dukungan dari pihak Kecamatan beserta Koramil dan Polsek  Kertek juga menambah semangat para petani,” tandas Endang.
Semangat warga Desa Reco yang melalui KTSM mengawali upaya konservasi lahan di kawasan Sindoro menuai pujian dari Wabup, Agus Subagiyo. “Kawasan yang demikian indah di lereng Sindoro, terutama yang ada di Anggrunggondok ini memang selayaknya kita jaga bersama, karena selain potensi pertaniannya, kawasan ini juga sangat layak dijadikan sebagai destinasi wisata unggulan,” tegas Wabup. Ia juga berharap agar instansi terkait seperti Bappeda dan Kantor Pariwisata mulai memikirkan konsep ke depan Dusun Anggrunggondok, agar potensi pariwisata segera terangkat. “Inisiatif warga untuk memulai upaya konservasi sudah menunjukkan awal yang baik, sehingga selayaknya kami dari Pemerintah Kabupaten juga menguatkan dukungan agar alam dan ekosistem di kawasan lindung Gunung Sindoro tetap mampu memberikan kemanfaatan maksimal bagi kehidupan,” pungkas Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here