Lebih Tenang Layani Turis, Pemandu Wisata Perlu Sertifikat Resmi

50 pramuwisata Wonosobo mengikuti pelatihan sertifikasi pemandu di Kledung Pass Hotel
WONOSOBOZONE – Struktur organisasi Dewan
Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Wonosobo untuk
periode kepengurusan Tahun 2016-2021 resmi dikukuhkan. Sejurus dengan terbentuknya
kepengurusan tersebut, HPI Wonosobo diminta untuk meningkatkan professionalisme
para pramuwisata dalam memberikan pelayanan pemanduan bagi para wisatawan yang
berkunjung. “HPI ini harus mampu menjadi wadah bagi para pramuwisata untuk
meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan legalitas status pekerjaan
mereka,” pinta Ketua HPI Jawa Tengah, Pandu Satria Brata seusai melantik para
pengurus HPI Wonosobo di aula Hotel Kledung Pass, Sabtu, 20 Februari 2016.
Kepada para pengurus yang dilantik bersamaan dengan acara pelatihan sertifikasi
bagi 50 pramuwisata, Pandu juga menekankan bahwa aspek payung hukum bagi para
pemandu wisata di era sekarang menjadi teramat penting. “Karenanya saya sangat
apresiatif terhadap kegiatan pelatihan para tour guide ini, sehingga nantinya mereka
memang memiliki kelayakan untuk menerima sertifikat sebagai pemandu wisata
resmi,” lanjut Pandu.
Keharusan bagi para
pramuwisata bersertifikat juga diutarakan oleh Sri Suryani, perwakilan dari
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jakarta. Sri yang dalam pelatihan tersebut
menjadi salah satu narasumber, menyebut bahwa Kementerian Pariwisata RI pun
kini mengharuskan para tour guide memiliki sertifikat resmi. “Melalui
pelatihan-pelatihan seperti yang digelar DPC HPI Wonosobo dan DPD HPI Jateng
ini, kami meyakini para pramuwisata akan lebih memahami seluk beluk pemanduan
bagi para turis secara komprehensif,” kata Sri. Sertifikat yang dipegang tour
guide diyakini Sri, akan mampu memotivasi untuk bekerja secara professional.
“Melayani para tamu juga menjadi lebih tenang karena telah memiliki status
legal serta mendapat payung hukum dari Pemerintah,” lanjut Sri. Profesi sebagai
pramuwisata di Wonosobo, dikatakan Sri juga masih sangat menjanjikan, mengingat
potensi destinasi wisata Wonosobo sudah terkenal ke penjuru Nusantara, bahkan
dunia.
Senada dengan Sri,
Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Purnomo mengatakan bahwa
pihaknya juga senantiasa mendorong agar para pemandu wisata di Wonosobo bisa
memiliki sertifikat. “Seiring dengan semakin majunya sektor pariwisata di
Kabupaten Wonosobo, kami berupaya agar para pengunjung mendapat pelayanan
pemanduan secara lebih professional,” terang Agus di depan para peserta
pelatihan. Pihaknya sendiri, menurut Agus memiliki target cukup besar yaitu
meningkatkan kunjungan hingga mencapai 1.000.000 pengunjung per tahun di 2016
ini. “Akhir tahun 2015, kunjungan wisatawan ke Wonosobo sudah menembus angka
hampir 900.000 orang, dan kami menargetkan bisa tembus 1.000.000 orang di akhir
tahun ini,” terang Agus. Kepada para pramuwisata yang tengah mengikuti
pelatihan sertifikasi, Agus juga meminta agar mereka mendalami kemampuan bahasa
asing, agar para turis mancanegara lebih nyaman ketika dipandu keliling
objek-objek wisata. “Kemampuan berbahasa asing para tour guide tentunya akan
mampu mendongkrak minat wisatawan dari mancanegara untuk berkunjung ke
Wonosobo,” pungkas Agus.

Sementara, bagi
Ketua DPC HPI Wonosobo, Salim Bawazier, dukungan pemerintah untuk para pemandu
dinilai lebih urgen. “Dalam jangka waktu dekat, kami berharap pemerintah
Kabupaten membantu secara riil kepada para pramuwisata, contohnya dengan
menugaskan mereka untuk mendampingi tamu-tamu resmi Pemkab saat berkunjung ke
objek-objek Wisata,” tutur Salim. Dengan bertugas melayani tamu Pemkab, baik
domestic maupun dari Mancanegara, selain memberikan dampak positif secara
ekonomi, Salim meyakini hal itu juga bakal meningkatkan kemampuan para pemandu
wisata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here