Kuripan Jadi Pilot Project Desmigratif

WONOSOBOZONE – Desa Kuripan, Kecamatan Watumalang selama ini dikenal sebagai salah satu desa yang menjadi kantong buruh migran di Kabupaten Wonosobo. Tak kurang dari 340 warga desa tersebut tercatat telah mengadu nasib sebagai buruh di Negeri orang. Demi menekan jumlah tersebut agar tak terus bertambah, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI) menunjuk Desa Kuripan sebagai salah satu pilot project desa migran produktif (Desmigratif) bersama 100 Desa lain di 50 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Kepastian terkait penunjukan tersebut disampaikan Direktur Bina Produktifitas Kemenaker RI, Estianti Haryani di sela meninjau Desa Kuripan, Rabu (2/11). Esti menyebut upaya menjadikan desa Kuripan sebagai Desmigratif merupakan ikhtiar pihaknya demi menekan minat warga untuk menjadi TKI di luar Negeri. “Konsepnya adalah Kemenaker akan menjadikan desa menjadi desa migran produktif, dengan fokus pada upaya pemberdayaan potensi desa,” jelas Esti.
Dengan tergalinya potensi desa, Esti mengungkap harapan pihak Kemenaker RI adalah agar kelak tak ada lagi warga masyarakat Kuripan yang berkeinginan untuk bekerja di luar Negeri. Melalui monitoring langsung ke Kuripan, Esti yang bersama jajarannya mengaku telah bertemu Wakil Bupati Agus Subagiyo sebelumnya, akan memetakan, apa saja yang bisa diangkat untuk menjadi usaha produktif yang mampu menguatkan sektor ekonomi desa. “Kami meyakini sebenarnya desa-desa di Indonesia memiliki potensi, hanya belum tergarap secara maksimal oleh warga masyarakatnya karena mereka lebih memilih bekerja di luar,” lanjut Esti. Sektor pertanian, perdagangan, sampai sektor industri kreatif berbasis potensi lokal dikatakannya sangat memungkinkan untuk bisa dikembangkan dan diyakini Esti tak kalah hasilnya  dibanding bila bekerja di luar Negeri. “Ini bukan berarti kami melarang warga untuk bekerja di luar Negeri, tapi kami mendorong agar setiap keberangkatan ke luar Negeri untuk menjadi TKI sudah dipikirkan secara matang, dan ditempuh sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” tegas Esti.
Upaya mengembangkan potensi desa Kuripan melalui program Desmigratif, ditanggapi positif Kades setempat, Wahyu Cahya Agung. Dengan segala potensi yang dimiliki Kuripan, Wahyu mengaku optimis program tersebut bakal berjalan sesuai harapan. “Saat ini sebanyak 178 warga kami adalah eks buruh migran, sementara yang masih aktif dan berada di luar Negeri ada 170 orang,” terang Wahyu. Ia berharap dengan suksesnya program desmigratif, minat warganya untuk mengadu nasib ke seberang lautan akan berkurang. Selain itu, desmigratif menurut Wahyu akan mampu mengurangi tingkat pengangguran di Kuripan yang kini masih cukup tinggi. “Dari 3.625 penduduk desa, sekitar 20 % merupakan pengangguran sehingga kami harapkan program dari Kemenaker ini mampu menekan angka itu,” pungkas Wahyu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here