KURANGNYA FASILITAS PEMILU, DISABILITAS NETRA MENGELUH KESULITAN.

TEMANGGUNG – Dikutip dari Krjogja.com, Disabilitas netra berkeluh kesulitan dalam menghafal peserta pemilu 2019 dan teknis mencoblosnya karena banyaknya peserta dan besarnya surat suara.

“Kami membutuhkan template, tetapi template juga hanya untuk pilpres dan DPD, sementara pemilihan DPR, DPRD I dan DPRD II tidak ada,” kata seorang penerima manfaat di Panti Penganthi, Sumarno, pada sosialisasi Pemilu 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung, Kamis (27/12/2018).

Dikatakan, dalam mengecek apakah dirinya masuk sebagai pemilih pada Pemilu 2019 juga kesulitan, sebab penempelan DPT  kurang terakses, dan tidak tercetak braille. Satu-satunya adalah meminta pertolongan saudara untuk mengeceknya.

Penerima manfaat lainnya, Utomo menyampaikan, TPS yang kurang aksesible penyandang disabilitas masih dirasakan, seperti berundak-undak, tidak rata dan sempit. Kemungkinan yang sulit adalah saat mencoblos nanti, terutama surat suara untuk DPR, DPRD I, dan DPRD II sangat lebar itu pun tidak ada template.

Sedangkan Ramingun menjelaskan masih belum mengetahui partai dan profil calon yang diajukan pada Pemilu 2019. Penyandang disaibilitas membutuhkan suatu media sosialisasi, seperti berbentuk audio dan cetak tentang sosialisasi peserta pemilu.

” Setidaknya sosialisasi audio, jadi kami bisa membandingkan antar kandidat dan nanti memilihnya berdasar hati nurani dan rasional,” ungkapnya. 

Kasubag Perencanaan dan Data KPU Kabupaten Temanggung Bambang mengatakan kaum disabilitas mempunyai hak yang sama dalam Pemilu 2019, sebagai pemilih terus diperjuangkan masuk di daftar pemilih, TPS pun harus aksesible.

Kendala utama memang pada ketersediaan template yang hanya untuk pilpres dan DPD, sementara pemilihan yang lainnya belum. Sehingga nanti akan difasilitasi dengan pendamping, bisa dari keluarga, KPPS atau mereka yang dipercaya.

” Pendamping harus menandatangani formulir khusus, dan mereka harus merahasiakan pilihan yang didampingi. Memang penyandang disabilitas diharapkan bisa mandiri, tetapi jika tidak nanti menggunakan pendamping,” ujarnya.

BACA JUGA:  Hilang Terseret Arus Sungai Dulung, Remaja 13 Tahun Ditemukan Tewas.

Dia mengatakan yang paling utama untuk saat ini, penyandang disabilitas yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih harus punya e-KTP atau setidaknya sudah rekam E-KTP. Mereka bisa belum, untuk ke kantor Disdukcapil atau kantor kecamatan setempat untuk rekam.

Dikutip dari krjogja.com, dengan judul”Simulasi Pemilu, Penyandang Disabilitas Mengeluh Kesulitan”
Penulis:Osy
Editotor: Agus Sigit
foto:Zaini A
linkhttps://krjogja.com/web/news/read/87119/Simulasi_Pemilu_Penyandang_Disabilitas_Mengeluh_Kesulitan

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.