Kuota Jamaah Haji Wonosobo Bertambah 148 Orang

WONOSOBOZONE – Dampak penambahan kuota haji secara Nasional, membuat jumlah calon jamaah haji di Kabupaten Wonosobo yang bakal berangkat Tahun 2017 turut bertambah. Kepastian terkait hal itu disampaikan Kepala Seksi Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo Totok Jumantoro, Jumat (13/1). Ditemui di ruang kerjanya, Totok menerangkan bahwa kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang mengembalikan kuota normal jamaah haji, serta mengabulkan permohonan Pemerintah Indonesia untuk menambah kuota sebesar 10.000 jamaah, juga membuat antrean masa tunggu berkurang signifikan. “Terdekat, efeknya adalah calon jamaah haji asal Kabupaten Wonosobo yang rencanya berangkat pada 2020, dipastikan bisa berangkat Tahun 2019,” jelas Totok. Sementara secara umum, masa tunggu haji di Kabupaten Wonosobo yang tahun lalu masih ada di angka 23 tahun, berkurang 6 tahun menjadi 17 Tahun. “Calon Haji yang mendaftarkan diri pada 2017 ini, diperkirakan berangkat pada 2034,” tandasnya.
Untuk kuota haji 2017, Totok menyebut Kabupaten Wonosobo seharusnya memberangkatkan calhaj sebanyak 538 orang, ditambah 6 orang cadangan lunas tunda Tahun 2016. “Dengan adanya kepastian penambahan kuota Nasional ini, maka jumlah calhaj yang berangkat 2017 menjadi 692 orang, karena berdasar data yang kami peroleh dari Kementerian Agama RI, Wonosobo mendapat tambahan 148 calhaj,” bebernya. 
Data tersebut, meski belum resmi, menurut Totok bisa menjadi acuan, karena diunduh langsung dari situs milik Kemenag. Pihaknya, diakui Totok juga secepatnya akan menindaklanjuti hal tersebut dengan upaya sosialisasi kepada para calhaj yang sebelumnya tak masuk daftar pemberangkatan. “Utamanya adalah yang berkaitan dengan urusan administrasi, seperti paspor, kami sudah koordinasi dengan pihak Imigrasi, dan sampai saat ini sekitar 50% calhaj sudah mengajukan permohonan paspor Haji,” lanjut Totok.
Bertambahnya jumlah calon haji asal Kabupaten Wonosobo, diakui Totok juga tak lepas dari tambahan sebanyak 7.000 orang yang diberikan Pemerintah Pusat ke Provinsi Jawa Tengah. “Kuota awal sebenarnya sejumlah 23.543 orang, dan setelah ditambah 7.000 jamaah menjadi lebih dari 30.000 orang,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here