Kumejing, Margolangu dan Tlogo Prioritas Desa Wisata Lestari

WONOSOBOZONE – Tiga Desa dengan potensi pariwisata luar biasa diproyeksi sebagai percontohan program Desa Wisata Lestari, pada Tahun 2017 mendatang. Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (Cipkataruk), Lutfi Amin menyebut program Desa Wisata Lestari bakal beriringan dengan program sahabat Taman dan sahabat sanitasi yang telah berjalan hingga akhir 2016. “Desa Margolangu, Kecamatan Kalibawang, Desa Kumejing Kecamatan Wadaslintang, dan Desa Tlogo Kecamatan Garung bakal menjadi prioritas untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata Lestari,” ungkap Lutfi Amin dalam acara Donor Camping dan Gala Dinner di Taman Fatmawati, Rabu (28/12) malam. Para donor, yang selama 2016 mendukung program sahabat taman  sahabat sanitasi, diharapkan Lutfi tetap berkomitmen bersama Pemkab Wonosobo, demi menyukseskan ketiga program tersebut.
Dengan program Desa Wisata Lestari tersebut, Lutfi berharap geliat perekonomian warga bakal berkembang lebih pesat, dan pada akhirnya berimbas positif bagi derajat kesejahteraan mereka. Ketiga nya, menurut Lutfi dipilih karena potensi yang dimiliki dinilai mampu menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung.
Optimisme akan suksesnya program Desa Wisata lestari, dikuatkan paparan ketiga Kepala Desa, yang sengaja diundang dalam forum bersama para pimpinan lembaga donor, dari unsur BUMN, BUMD dan sejumlah perusahaan swasta tersebut. Bambang Wahono, Kades Margolangu mengungkap kekayaan desanya sangat beragam. Tak hanya keindahan panorama saja yang ditawarkan Margolangu, melainkan pihaknya juga menjanjikan para wisatawan bakal memperoleh pengalaman berbeda saat berkunjung ke desa berslogan Segering Nyawa Tentreming Ati tersebut. “Program desa wisata lestari ini bakal menyentuh sisi kekayaan kuliner khas di Margolangu, dengan tambahan objek warung Kemambang sebagai food court atau pusat jajanan makanan di kawasan wisata,” papar Bambang. Konsep masa depan kawasan wisata Margolangu, dituturkan Bambang juga akan dilengkapi kereta gantung dan tangga seribu di Puncak Memean.
Hal itu serupa dengan dua desa lainnya, yaitu Kumejing yang sarat potensi wisata berbasis Waduk Wadaslintang, maupun Desa Tlogo yang berada di kawasan Telaga Menjer. Kekayaan alam di desa-desa tersebut, diakui Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo memang selayaknya diseriusi untuk dikembangkan menjadi salah satu solusi mengatasi tingginya angka kemiskinan. “Program Desa wisata Lestari ini sangat positif karena selaras dengan program Sustainable Development Goal’s atau SDG’s sebagai kelanjutan dari program Millennium Development Goal’s (MDG’s),” jelas Wabup.
Pemkab Wonosobo, ditegaskan Agus bakal sangat mendukung program pengembangan desa sebagai wujud dari keterlibatan warga masyarakat dalam pembangunan daerah, atau biasa disebut dengan Bottom Up planning. Kepada segenap lembaga donor, Agus juga meminta agar kemitraan yang telah terjalin bisa terus berlanjut di masa-masa mendatang, demi tercapainya cita-cita mewujudkan Wonosobo yang bersatu untuk maju, mandiri dan sejahtera untuk semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here