Kreatifitas Kelompok Tani “Enggal Makmur” Garung

WONOSOBOZONE – Di era globalisasi dan modern seperti sekarang ini, petani dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pekerjaannya. Sehingga akan menghasilkan produk pertanian yang memuaskan. Seperti apa yang telah dilakukan oleh kelompok tani “Enggal Makmur” Dusun Banaran, Desa Kayugiyang Kecamatan Garung, dengan melaksanakan Laboratorium Lapang (LL) pengendalian virus kuning pada tanaman cabe secara swadaya. Demikian disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, Dra. Maya Rosida, MM, pada acara Petik Perdana Laboratorium Lapang Pengendalian Virus Kuning Pada Tanaman Cabe, Swadaya Kelompok Tani “Enggal Makmur”, bertempat di Dusun Banaran, Selasa, 19 Mei 2015.
Maya Rosida juga
menyampaikan apresiasi, atas apa yang telah dilaksanakan oleh kelompok tani
“Enggal Makmur”, diharapkan hasil yang sangat memuaskan ini, tidak hanya
sebagai laboraturium saja. Akan tetapi bisa dilaksanakan dan diterapkan kepada
para petani di Desa Kayugiyang dan masyarakat sekitar, sehingga nantinya akan
memakmurkan para petani.
Sementara pada kesempatan
itu ketua kelompok tani “Enggal Makmur”, Abdillah menyampaikan bahwa petani
Dusun Banaran khususnya dan umumnya wilayah Kecamatan Garung bercocok tanam
cabai. Akan tetapi virus kuning menjadi kendala utama dalam bercocok tanam
cabai, dan petani belum mampu mengendalikan virus kuning pada tanamannya. Tiap
musim tanam cabai selalu terserang virus kuning, sehingga petani selalu gagal
panen. Belajar dari itu semua kelompok tani “Enggal Makmur” membuat laboratorium
lapang pengendalian virus kuning secara swadaya, dengan arahan dari PPL dan PHP
Dinas Pertanian. Dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan
ketrampilan cara mengendalikan virus kuning, dengan membudidayakan prinsip
tanaman sehat, sehingga nantinya akan meningkatkan pendapatan petani dan
keluarganya.
Abdillah juga
menyampaikan, mengingat kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya maka berbekal
lahan 1000 meter persegi dan bibit 1360 batang, kelompok tani “Enggal Makmur”,
melaksanakan LL. Dimulai dengan pra tanam pada bulan November 2014, dengan
berbagai perlakuan khusus terhadap tanaman LL, pada hari ini berhasil
dilaksanakan petik perdana dengan hasil yang sangat memuaskan, dengan bukti
tanaman tumbuh subur, sehat, tidak dihinggapi kutu kebul sebagai pembawa virus
kuning, tidak terserang virus kuning, tanaman berproduksi secara normal bahkan
lebih bagus.

Selain melaksanakan petik
perdana, pada kesempatan itu juga dilaksanakan dialog antara warga dan kelompok
tani “Enggal Makmur”, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Wonosobo, dari Kementrian
Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian Kabupaten
Wonosobo, Muspika Kecamatan Garung serta Para PPL Dinas Pertanian Kabupaten
Wonosobo. Karena laboratorium Lapang secara swadaya ini baru pertama
dilaksanakan di Jawa Tengah.

Wabup Wonosobo sedang memetik cabe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here