Koramil dan SD N 1 Jlamprang Buat Biopori

WONOSOBOZONE – Pendidikan penyelamatan lingkungan harus dilaksanakan sejak dini mungkin dan dilakukan secara terus menerus.  Hal ini dilakukan oleh Koramil Wonosobo bekerja sama dengan SDN I Jlamprang melaksanakan pembuatan lubang biopori dihalaman SD dengan melibatkan Polsek, pegawai kecamatan, komite sekolah dan tidak ketinggalan anak – anak sekolah.  Acara diahiri dengan ramah tamah dan penyampaian program masing – masing.
Kapten Inf Punidi menyampaikan banyak terima kasih kepada semua peserta atas keikut sertaanya dalam rangka penyelamatan lingkungan.  Apa lagi dengan melibatkan anak – anak SD sebagai bentuk pendidikan luar sekolah.  Pembuatan biopori ini disamping bermanfaat untuk pelestarian lingkungan mempunyai asas manfaat yang lain yaitu TNI lebih dekat dengan anak – anak.  Sehingga bisa dijadikan untuk sarana promosi agar mereka dari sekian ratus anak ada yang bisa masuk menjadi tentara.  Untuk itu agar bisa menjadi tentara pesan beliau agar dipersiapkan diri sejak sedini mungkin,  anak – anak jangan sampai salah dalam pergaulan, belajarlah yang rajin dan diimbangi dengan pelaksanaan agama sesuai dengan keyakinannya secara sungguh – sungguh dalam pengamalannya.
Ruslaini S.Pd, MM selaku kepala sekolah menyampaikan terima kasih sekali kepada TNI atas kehadiran dan partisipasinya dalam  pembuatan lubang biopori  karena saat ini bila hujan datang maka halaman menjadi tergenang  sehingga diharapkan dengan dibuatkannya lubang biopori ini diharapkan air akan cepat meresap ke tanah sehingga tidak ada genangan air lagi.  Pembuatan biopori sebagai implementasi dari pelajaran disekolah untuk diterapkan dirumah masing – masing.  Tidak ketinggalan juga mendidik anak – anak untuk selalu peduli terhadap lingkungan.  Ibu kepala juga mengucapkan salut atas kesigapan tentara dilapangan mereka saling bahu membahu tidak ada bedanya antara unsur pimpinan dan anak buah,  ini membuat anak – anak langsung akrab dengan TNI, bahkan ada yang minta diminta dipangku ini benar – benar membaur antara tentara dengan anak – anak,  padahal sebelumnya sebagian anak – anak takut bila melihat tentara.
Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara (1) meningkatkan daya resapan air, (2) mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), dan (3) memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.
Meningkatkan Daya Resapan Air . Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom/dinding lubang.. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 cm 2 atau hampir 1/3 m 2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78.5 cm 2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 3218 cm 2.  Dengan adanya aktivitas fauna tanah pada lubang resapan maka biopori akan terbentuk dan senantiasa terpelihara keberadaannya. Oleh karena itu bidang resapan ini akan selalu terjaga kemampuannya dalam meresapkan air. Dengan demikian kombinasi antara luas bidang resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan dalam meresapkan air.
Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos.  Lubang resapan biopori “diaktifkan” dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos.. Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai “pabrik” pembuat kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya. Bagi mereka yang senang dengan budidaya tanaman/sayuran organik maka kompos dari LRB adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pupuk sayurannya.
Memanfaatkan Fauna Tanah dan atau Akar Tanaman. Seperti disebutkan di atas. Lubang Resapan Biopori diaktikan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan “saluran” air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya. Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfir sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara biodiversitas dalam tanah.
Memanfaatkan Fauna Tanah dan atau Akar Tanaman.   Lubang Resapan Biopori diaktikan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan “saluran” air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya. Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfir sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara biodiversitas dalam tanah.
Selain manfaat-manfaat diatas, manfaat biopori lainnya adalah :
  1. Memaksimalkan resapan air yang masuk ke dalam tanah
  2. Menambah volume air tanah
  3. Menjadi media untuk menghasilkan kompos
  4. Mengurangi genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk atau sumber penyakit
  5. Mencegah resiko banjir di saat musim hujan
  6. Memaksimalkan air hujan atau air limbah rumah tangga menjadi air tanah
  7. Mencegah erosi tanah dan tanah longsor
  8. Meningkatkan peran dan aktifitas fauna tanah
  9. Meningkatkan pertumbuhan tanaman disekitar lubang biopori

 Laporan: Ahmad Ridho. S.kom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here