Kopi Tubruk Ala Mbah Jiun, Diseduh Dengan Gula Aren Spesial

WONOSOBOZONE – Kian menjamurnya warung kopi di Kota Wonosobo akhir-akhir ini tentu membuat para penyukanya lebih mudah menentukan pilihan, mau ngopi kemana hari ini. Namun, bagi para penikmat kopi sejati, yang biasa berburu citarasa kopi istimewa, tak ada salah nya bila mencoba kopi tubruk di pinggiran Kota, tepat nya di pinggir jalan lingkar selatan, desa Wonolelo. Di sebuah warung makan sederhana yang juga menjadi kediaman keluarga Untung Tugiyono dan berlokasi tak jauh dari SMK N 2 Wonosobo itulah anda akan bisa menikmati segelas kopi tubruk yang bercitarasa sangat istimewa.
Adalah Mbah Jiun, nama sapaan kependekan dari Haji Untung, pria ramah pemilik warung makan yang sudah beberapa bulan terakhir berperan sebagai Barista, alias penyeduh kopi istimewa itu. Untung mengaku sampai saat ini ia belum mau mengkomersilkan kopi seduhannya, meski dalam sehari tak kurang dari 20 gelas ia sajikan kepada para pelanggannya. “Masih dalam taraf ujicoba, sehingga memang saya belum mau mematok harga untuk kopi tubruk hasil seduhan saya ini,” ungkap Untung ketika ditemui tengah menyeduh kopi untuk Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Purnomo, Sabtu (13/8).
Untung bahkan mengaku ia sering diundang untuk menjadi Barista di beberapa kafe, ketika ada kunjungan tamu khusus  penikmat kopi sejati. Kekhasan kopi tubruk hasil kreasinya, menurut Mbah Jiun berasal dari beberapa hal pokok. “Pertama adalah pemilihan biji kopi nya, kemudian cara pengolahannya, lalu teknik menyeduh, dan tak kalah penting adalah gula aren spesial yang saya pesan khusus dari perajin,” terang Untung sembari mengaduk kopi di gelas ukuran sedang. Ia mengaku tak pernah menutupi teknik olahan kopi nya, karena selalu dilakukan di depan para pelanggannya. Cara menyeduhnya pun tak memerlukan peralatan khusus selayak di cafe-cafe modern, melainkan hanya dengan air panas dalam sebuah teko yang dijerang di tungku tradisional dan berbahan bakar arang. “Kopi hasil seduhan saya ini aman bagi lambung maupun jantung,” lanjutnya. Hal itu ditegaskannya merupakan buah dari teknik seduhan yang benar, sehingga asam dari ampas kopi benar-benar hilang. Keistimewaan lain kopinya, yang menurut Untung telah menjadi langganan beberapa pejabat Pemkab, maupun pengusaha-pengusaha ternama Wonosobo, adalah munculnya 5 rasa secara bergantian ketika diminum.
“Rasanya memang sangat nikmat karena tak hanya pahit dan manis saja, tapi juga ada gurihnya, ada asamnya, juga ada rasa sepatnya sedikit,” tutur Kepala Kantor Parekraf, Agus Purnomo sesaat setelah menyecap kopi Mbah Jiun. Agus mengaku baru pertama kali merasakan sensasi minum kopi dengan 5 rasa sekaligus. Menurutnya, kopi hasil seduhan Haji Untung layak untuk dijadikan teman bersantai bersama teman maupun keluarga di kala senggang, sehingga ia tak ragu untuk meminta Mbah Jiun membuka kedai khusus kopi. “Munculnya kedai kopi Mbah Jiun yang istimewa ini akan menambah khazanah kuliner di Kota Wonosobo, sehingga akan memberikan lebih banyak pilihan, baik bagi warga setempat, maupun wisatawan yang kini kian banyak mengunjungi Wonosobo,” tutur Agus.
Menanggapi permintaan untuk membuka kedai tersebut, Untung mengaku tengah mempertimbangkannya secara seksama. “Memang ada rencana membuka semacam kafe, tapi saya ingin yang konsepnya menyatu dengan alam, karena di sebelah rumah ini masih ada tanah yang menyatu dengan perkebunan salak dan durian,” terang Untung. Pemilik gelar sarjana hukum yang kini juga masih aktif sebagai kader sebuah Partai Politik itu, mengakui permintaan agar ia membuka kafe juga datang dari banyak pihak. “Terutama yang merasa sudah sangat cocok dengan kopi tubruk buatan saya,” pungkas Untung sembari tergelak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here