Kontrak Habis Sejak 2015, RITA Investasi 117 Milyar Untuk Bangun Mall Baru

DPRD Terima Audiensi Karyawan RITA Pasaraya Wonosobo

WONOSOBOZONE – DPRD Kabupaten Wonosobo menerima Audiensi perwakilan karyawan RITA Pasaraya Wonosobo beserta beberapa pihak yang selama ini beraktivitas di sekitar RITA Pasaraya Wonosobo, Senin, 12 Februari di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Wonosobo. 
Dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD, Afif Nurhidayat beserta seluruh Wakil Ketua DPRD serta Pimpinan dan beberapa anggota Komisi A, B, C dan D ini, selain perwakilan karyawan RITA Pasaraya Wonosobo ikut dihadiri perwakilan dari pedagang Wonosobo Plaza, Pedagang Kaki Lima Wonosobo, Para Juru Parkir sekitar Wonosobo Plaza, pedagang UMKM serta supplier RITA Pasaraya Wonosobo.

Menurut perwakilan karyawan RITA Pasaraya Wonosobo, Atik Prasetyorini, audiensi dilakukan setelah munculnya Surat Peringatan ke tiga dari Pemkab Wonosobo tertanggal 23 Januari 2018 serta sesuai surat kesepakatan tertanggal 1 Maret 2017 yang memberikan toleransi kepada RITA Pasaraya Wonosobo selama 11 bulan untuk mempersiapkan tempat baru dan harus segera pindah maksimal tanggal 12 Februari 2017, sehingga praktis sejak Senin, 12 Februari 2018 seluruh aktivitas RITA Pasaraya Wonosobo berhenti, yang berakibat pada nasib ratusan orang yang selama ini mencari nafkah di seputaran RITA Pasaraya Wonosobo. 

Hal ini menurut Atik, menimbulkan keresahan di lingkungan keluarga mereka, mengingat jumlah karyawan RITA Pasaraya Wonosobo sejumlah 370 orang dan jika beserta keluarga sekitar 900 orang, juru parkir sekitar Wonosobo Plaza beserta keluarga sekitar 100 orang,pedagang kaki lima dan Usaha Kecil Menengah yang terkait dengan keberadaan RITA Pasaraya Wonosobo sejumlah 101 supplier yang jika beserta keluarganya sekitar 400 orang, sehingga ada sekitar 1400 orang yang terancam sumber kehidupannya dan mereka semua adalah penduduk Wonosobo. Untuk itu mereka meminta solusi bagaimana nasib mereka, sembari menunggu RITA Pasaraya Wonosobo yang rencananya akan dibangun di Kel.Wonorejo Kec.Selomerto selesai dibangun. 

Dari pemaparan direktur general affair RITA Pasaraya Wonosobo, Budi Santosa sendiri disampaikan, bahwa saat ini pihaknya terus berproses setelah masa kontrak RITA Pasaraya Wonosobo habis di tahun 2015. Namun diakuinya hal ini tdak mudah, selain pemilihan lokasi yang sulit, juga nilai investasi yang akan ditanamkan melalui pembangunan RITA Pasaraya Wonosobo cukup besar, yakni sekitar 117 milyar rupiah, sehingga diperlukan perencanaan dan penghitungan yang matang. Saat ini pihaknya telah merampungkan beberapa ijin, diantaranya perijinan kepada Sekretaris Daerah Kab.Wonosobo selaku Ketua BKPRD pada Februari 2017 serta ijin AMDAL ke Provinsi dan Lalin ke Pusat, karena arus lalu lintas yang akan digunakan menggunakan jalan nasional. Sedang desain arsitektur telah rampung, yang dilanjutkan dengan tender dan rencananya jika tidak ada halangan, pembangunan RITA Pasaraya Wonosobo di lokasi seluas 2,1 Ha dan dilengkapi berbagai fasilitas seperti bioskop dan pusat kuliner yang ditargetkan bisa menyerap sekitar 2.500 tenaga kerja dan direncanakan jadi ikon Wonosobo ini akan dimulai di pertengahan tahun 2018 dan ditarget selesai di tahun 2020.

Terkait hal ini, ditambahkan konsultan hukum manajemen RITA Pasaraya Wonosobo, Suratno, untuk waktu dekat ini fokus permalahan yang harus dipecahkan bersama adalah bagaimana nasib orang-orang yang selama ini mencari nafkah di RITA Pasaraya Wonosobo dan di seputarannya. Adapun jika harus menyewa sementara di tempat lain, diakuinya cukup berat, karena aset RITA Pasaraya Wonosobo sangat banyak, mengingat keberadaan RITA Pasaraya di Wonosobo sudah cukup lama, yakni hampir 25 tahun.

Ketua DPRD Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan, saat ini solusi yang sangat dibutuhkan segera adalah bagaimana nasib karyawan RITA Pasaraya Wonosobo, karena harus menunggu sekitar 2 tahun sampai pembagunan RITA Pasaraya Wonosobo di tempat baru selesai. Pihaknya siap memfasilitasi untuk mempertemukan pihak karyawan beserta manajemen RITA Pasaraya Wonosobo dan para pihak yang selama ini mencari nafkah di seputaran RITA Pasaraya Wonosobo dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo serta pihak terkait lain seperti APINDO, secara marathon, karena ranah pengambilan kebijakan untuk mengatasi permasalahan tersebut ada di tangan eksekutif. Dan hal ini harus dilakukan segera karena berkaitan dengan nasib orang-orang yang selama ini bekerja di RITA Pasaraya Wonosobo dan seputarannya, termasuk di dalamnya nasib keluarga mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here