Konsumsi Pangan B2SA Sebagai Pemantapan Ketahanan Pangan

WONOSOBOZONE – Ketersediaan dan konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) untuk kesehatan sangat penting dan mendasar bagi pemantapan ketahanan pangan, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, fisik yang tangguh, serta produktif, sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan sumber daya alam, yang sangat diperlukan bagi keberlanjutan pembangunan. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, SE.MM, pada acara pembukaan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), lomba memasak ikan dan lomba merangkai buah dan sayur. Bertempat di Gedung Sasana Adipura, Rabu (18/4).

Bupati juga menyampaikan bahwa pemĀ­bangunan pangan harus terus diupayakan untuk mengembangkan sistem pangan yang handal, dimana kegiatan produksi, pengolahan, distribusi dan pemasaran pangan harus sampai di tingkat rumah tangga. Serta untuk mencapai ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat baik jumlah, mutu maupun keragamannya, sekaligus menekankan pada pentingnya mutu gizi yang cukup dan seimbang. Eko juga mengharapkan melalui kegiatan lomba ini mampu menumbuhkan minat, kreatifitas dan inovasi untuk mengolah potensi bahan baku lokal di Kabupaten Wonosobo menjadi menu pangan lokal yang diolah secara profesional, relatif sehat, aman, komposisi kadar gizinya seimbang, memiliki kemasan dan rasa yang bersaing sehingga mampu menarik konsumen publik, serta memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat kita.

Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), lomba memasak ikan dan lomba merangkai buah dan sayur yang diadakan oleh Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan bekerjasama dengan TP. PKK Kabupaten Wonosobo serta untuk memperingati Hari Kartini, diikuti oleh 104 peserta dari TP. PKK Kecamatan, Istri Forkompinda, DWP, GOW, BUMN/BUMD dan Desa Binaan.

Menurut Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Ir. Abdul Munir, lomba yang diikuti oleh 104 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan B2SA dan konsumsi ikan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam memilih, menentukan, menyusun, dan menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal. Meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah pangan berbahan baku ikan, sebagai upaya peningkatan konsumsi ikan di Kabupaten Wonosobo, serta memperkenalkan aneka buah dan sayuran lokal, sehingga bisa menjadi potensi unggulan wilayah.

BACA JUGA:  Gerakan Nasional Indonesia Bersih di Terminal Mendolo

Sementara pada kesempatan itu Ketua TP. PKK Kabupaten Wonosobo, Fairuz Eko Purnomo, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat mendukung komitmen pemerintah Kabupaten Wonosobo yang sedang berupaya mewujudkan Kabupaten Wonosobo Layak Anak. Semua komponen harus saling bahu membahu melaksakan kegiatan yang mendukung kebijakan terpenuhinya hak anak. Termasuk kegiatan lomba B2SA yang dilaksanakan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan bekerjasama dengan TP. PKK ini, diharapkan dapat memberikan asupan yang sehat dan bergisi kepada keluarga termasuk pemberian hak dasar anak. Fairuz juga menambahkan bahwa kemampuan ibu harus terus diasah, para ibu dituntut lebih cerdas dalam menyajikan makanan, tidak hanya cukup sehat, bergizi, berimbang, tetapi harus menarik. Sehingga anak mau makan dengan lahap. Karena ibu sekarang mempunyai banyak saingan kuat, yaitu para pedagang makanan yang dengan kreativitasnya mampu membuat makanan yang menarik bagi anak.

Pada Lomba B2SA, lomba memasak ikan dan lomba merangkai buah dan sayur tahun 2018 ini, sebagai juri adalah Pakar Teknologi Pangan ( Wakil Rektor II UNNES ), Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Ahli Gizi Wonosobo, Ikatan Koki Wonosobo dan Praktisi Kuliner Wonosobo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.