Komisi Penanggulangan Aids (KPA) : Stop Stigma Dan Diskriminasi Terhadap Gay dan Waria

Beberapa peserta yang hadir, tema acara, Salah satu tim peserta unjuk gigi untuk menghibur hadirin
WONOSOBOZONE – Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) Purwokerto menggandeng Komisi Penanggulangan Aids (KPA) untuk menggelar edutainment dengan tema stop stigma dan diskriminasi terhadap kaum gay dan waria (Transgender), Sabtu malam (4/6). Acara yang diselenggarakan di aula Kecamatan Wonosobo tersebut melibatkan instansi terkait dari pemerintah daerah, perwakilan tokoh masyarakat dan juga puluhan Transgender yang tergabung dalam komunitas gewos Wonosobo.

Sekertaris KPA Wonosobo, Heri Purwanto, menyebutkan perlu adanya perhatian dan ruang untuk para Transgender dalam berekspresi, sehingga memudahkan pemerintah dalam memantau aktifitas Transgender tersebut. “Jika kelompok tersebut tidak diberi ruang dan cenderung menutup diri, bisa dipastikan Pemda kesulitan untuk mengawasinya,” ungkap Heri. Ke depan, berbagai bentuk pelatihan menjadi alternatif solusi yang akan dipilih oleh KPA dan Pemda Wonosobo untuk menggiring Transgender kearah pekerjaan yang lebih baik. “Seperti pelatihan menjahit, tata boga, otomotif, akan kami pilih agar para Transgender benar-benar memiliki profesi yang bisa dijadikan pegangan hidup,” tambah Heri.

Sementara, koordinator lapangan LPPSLH, Abi, menjelaskan bahwa bentuk stigma buruk dan diskriminasi dari masyarakat terhadap komunitas Transgender yang menjadikan penyebab tertutupnya komunitas tersebut dengan dunia luar. “Dengan tertutupnya mereka, memungkinkan angka HIV/Aids semakin bertambah,” terang Abi. Dengan adanya acara edutainment, Abi berharap ada ruang untuk para komunitas tersebut, agar para Transgender mampu meng-ekpresikan dirinya kearah yang positif. (Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here