Komisi 1 DPRD Kota Surakarta Belajar Penerapan PATEN di Wonosobo

WONOSOBOZONE – Komisi I DPRD Kota Surakarta belajar penerapan pelayanan administrasi terpadu kecamatan berbasis Sistem Informasi Terintegrasi atau PATEN ke Kabupaten Wonosobo.
Menurut Ketua Komisi I DPRD Kota Surakarta, Budi Prasetyo, saat penerimaan di ruang transit Setda Wonosobo, Selasa, 10 Mei, meski pelayanan publik atau best practise di wilayahnya lebih baik dibanding Wonosobo, namun pihaknya merasa perlu melihat aplikasi pendelegasian kewenangan ke kecamatan, salah satunya pelayanan administrasi terpadu kecamatan berbasis Sistem Informasi Terintegrasi atau yang biasa dikenal dengan istilah PATEN. Hal ini dilakuan agar lebih mempermudah akses masyarakat yang ada di pedesaan, sehingga pelayanan publik bisa lebih optimal.
Asisten Pemerintahan Setda Wonosobo, M Aziz Wijaya, mengaku, meski belum optimal, pelaksanaan PATEN di Wonosobo telah dilakukan sebagai bentuk optimalisasi pelayanan publik, sehingga bisa mengurangi berjubelnya antrian masyarakat yang memerlukan pelayanan administrasi kependudukan di tingkat kabupaten.
Terkait hal ini, sejak akhir tahun 2014, telah dibangun sebuah sistem data dan layanan tunggal melalui PATEN, yang mana desa, kecamatan dan kabupaten akan terhubung dalam sebuah jaringan database dan layanan.
Melalui penerapan sistem ini, yang diharapkan adalah, agar praktek pelayanan masyarakat jadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah. Lebih mudah dari sisi proses, lebih cepat dari sisi proses pelayanan, dan lebih murah dari sisi masyarakat sebagai pemohon layanan, tidak harus berkali-kali datang ke OPD di kabupaten untuk memproses sebuah layanan.
Meski diakuinya, sistem ini belum bisa terkoneksi dengan baik. Sampai tahun 2016 ini, baru empat kecamatan yang telah melaksanakan, yakni Kecamatan Wonosobo, Selomerto, Kalikajar dan Wadaslintang. Tahun ini, diharapkan, sebelas kecamatan yang lain bisa segera terkoneksi dengan sistem ini.
Aziz menambahkan, optimalisasi pelayanan di keempat kecamatan tersebut juga bukan tanpa alasan. Dipilihnya kecamatan yang jauh dari pusat kota, seperti Wadaslintang, diharapkan bisa memperluas akses layanan kepada masyarakat di daerah terpencil.
Setelah diterima di Setda, rombongan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, Djaswadi, beserta 13 anggota rombongan, melanjutkan kunjungan di Kecamatan Wonosobo, untuk melihat langsung penerapan best practise di lapangan, sehingga diharapkan, informasi yang diperoleh di Wonosobo, bisa dibawa ke kota Surakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here