KKN PPM Mahasiswa UGM Diharapkan Bisa Ikut Entaskan Kemiskinan Wonosobo

WONOSOBOZONE – Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo berharap agar Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gajah Mada (KKN PPM UGM) bisa ikut mengentaskan kemiskinan Wonosobo. Hal ini diungkapkannya, saat menerima tidak kurang dari 133 mahasiswa dan 5 dosen pembina UGM yang akan memulai KKN PPM di Wonosobo, Selasa, 21 Juni di Ruang KRT.Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo.
Menurut Wabup, mahasiswa dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dipunyai memiliki kompetensi dalam ikut membantu Pemerintah Kabupaten Wonosobo, untuk ikut meningkatkan kualitas 3 komponen makro yang menentukan angka kemiskinan, yakni pendidikan, kesehatan dan tingkat ekonomi masyarakat.
Di bidang pendidikan, mahasiswa bisa ikut memberikan motivasi kepada anak-anak di desa untuk bersekolah. Jika mereka tidak mampu melanjutkan pendidikan, bisa diarahkan untuk mengikuti program Kelompok Belajar atau KEJAR PAKET, sehingga bisa meningkatkan rata-rata lama sekolah anak Wonosobo, yang saat ini masih di kisaran angka 6,1 tahun, yang mana angka ini menggambarkan tingkat pendidikan penduduk usia 15 tahun keatas.
Sedangkan di bidang kesehatan, mahasiswa bisa mengedepankan aspek promotif pada masyarakat, melalui penyuluhan kesehatan serta pola hidup bersih dan sehat masyarakat, sehingga bisa menciptakan upaya preventif dan menghindari upaya kuratif. Termasuk dengan melakukan pendekatan agar masyarakat Wonosobo membuat jamban ber-septictank, sebab prosentase masyarakat Wonosobo yang memilikinya masih sangat rendah. Bahkan menurut data, orang kaya di Wonosobo yang memiliki jamban ber-septic tank hanya sekitar 20 persen saja. Adapun di bidang peningkatan perekonomian masyarakat, bisa dilakukan dengan mengembangkan jiwa kewirausahaan masyarakat melalui pengembangan sektor-sektor ekonomi kreatif masyarakat dan UMKM.
Wabup juga berharap, kegiatan KKN PPM ini tidak hanya untuk memenuhi kalender akademik semata, tetapi bisa dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, sehingga apa yang telah direncanakan oleh para mahasiswa dapat terlaksana dengan baik, sekaligus ikut mensosialisasikan program-program pemerintah daerah. Kepada camat, Kepala Desa beserta jajarannya maupun pihak-pihak terkait lain, Wabup meminta agar bisa bekerjasama dengan mahasiswa secara terpadu sehingga sasaran dan tujuan kegiatan KKN PPM bisa tercapai sesuai yang diharapkan.
Direktur LPPM UGM, Irham Widiono mengungkapkan, KKN PPM merupakan wahana belajar bagi semua pihak. Di kalangan mahasiswa, KKN PPM merupakan wahana belajar meningkatkan kemampuannya untuk menyatu bersama masyarakat, sehingga diharapkan bisa menumbuhkan sikap kepedulian kepada lingkungan, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial, serta menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajari secara langsung kepada masyarakat. Pada masyarakat di lokasi KKN PPM, bisa digunakan sebagai sarana belajar untuk menggali dan meningkatkan potensi yang dimiliki, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.
KKN PPM sendiri direncanakan akan dilaksanakan dari 21 Juni sampai 7 Agustus, yang menyasar 6 desa di 4 kecamatan, yakni desa Campursari Kejajar, Desa Tlogo, Maron dan Mlandi Garung, desa Andongsili Mojotengah dan desa Tlogodalem Kertek, dengan sasaran dua program besar yakni pertanian dari hulu sampai hilir dan pengembangan SDM, khususnya di bidang pendidikan.
Meski cuma dua program besar, diharapkan kepada mahasiswa, semua permasalahan yang dihadapi didekati dari berbagai sudut ilmu, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat melalui proses pemberdayaan masyarakat terintegratif, sehingga muncul pendewasaan dalam diri tiap mahasiswa, yang pada akhirnya kampus UGM, yang notabene terkenal sebagai kampus rakyat, bisa melahirkan mahasiswa yang kolaboratif, integratif, partisipatif dan menyeluruh dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa, sekaligus bisa menjadikan mereka sebagai bagian dari terwujudnya masyarakat Indonesia yang lestari, bermartabat dan berdikari.
Sementara, salah satu mahasiswa peserta KKN PPM, Ridho Muhammad Hasan, mahasiswa jurusan Teknik Fisika asal Sleman, mengaku siap menerapkan ilmu yang ia peroleh beserta rekan-rekannya selama menempuh kuliah di UGM. Mahasiswa yang akan memasuki semester 7 ini, akan berupaya mengedepankan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat dan siap mendengarkan apa yang menjadi permasalahan masyarakat, yang disampaikan baik melalui Kepala Desa atau langsung dari masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here