Ketua DWP Sosialisasikan Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi

WONOSOBOZONE – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Wonosobo, Ny.Wati Eko Sutrisno di hadapan puluhan ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana se Kabupaten Wonosobo dan jajaran pengurus DWP Kabupaten Wonosobo memberikan sosialisasi gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), Selasa, 15 November, di sela gelaran aneka lomba dalam rangka memperingati HUT DWP ke 17 di Pendopo Kabupaten.
Menurut Ny.Wati, SPAK merupakan gerakan nasional yang memandang peran perempuan sangat penting dalam pencegahan korupsi, baik sebagai ibu, istri maupun sebagai anggota masyarakat. Diharapkan, gerakan ini mampu memproduksi sebanyak mungkin para perempuan dan organisasi perempuan untuk ikut berpartisipasi dengan melindungi diri dari korupsi dengan cara menyebarluaskan pengetahuan, modus-modus dan peluang-peluang yang berpotensi korupsi serta konsekuensi hukumnya. Sehingga pengaruh positif ini, tidak hanya bagi anak dan suaminya, melainkan juga masyarakatnya di manapun mereka berada.
Sebelumnya, program SPAK telah diluncurkan pada 22 April 2014, dan digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diharapkan melalui gerakan ini akan mendorong perubahan sikap dan mental dalam pelayanan publik oleh aparatur yang didukung oleh perempuan sebagai pendamping hidupnya. Contoh sederhana yang bisa diterapkan, seperti perempuan mulai kritis menanyakan asal uang yang diberikan oleh suaminya, istri Aparatur Sipil Negara tidak lagi menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi seperti kendaraan dinas, para ibu mulai secara serius memperkenalkan dan mengajarkan tentang kejujuran pada keluarga dan memberikan konteks kejujuran tersebut dalam kehidupan sehari-hari, serta masih banyak perubahan lainnya.
Melalui gerakan ini, diyakini bahwa perubahan ini, akan menunjukkan perkembangan yang lebih signifikan, manakala lebih banyak lagi perempuan yang terlibat dan berperan aktif dalam gerakan ini. Karena dukungan dan partisipasi publik akan membantu tugas KPK sebagai lembaga negara dalam memberantas korupsi.
Ny. Wati menambahkan, SPAK adalah tentang perubahan generasi yang kolektif. Gerakan ini dimulai dari keluarga, lalu jaringan yang lebih luas, melalui komunitas, tempat kerja dan masyarakat secara keseluruhan. Dasar dipilihnya ibu atau perempuan, karena mereka dianggap memegang peranan kunci dalam pendidikan moral keluarga. Untuk itu ia berharap dari sosialisasi ini akan muncul agen-agen perubahan SPAK di Wonosobo, yang dipelopori oleh jajaran Dharma Wanita Persatuan. Karakter agen-agen perubahan ini diantaranya sabar dan persisten, memiliki visi yang jelas, terbuka dan kritis, lebih kuat daripada yang menetang perubahan, terbuka dan kritis serta memiliki pengetahuan dan memimpin dengan contoh. Agen-agen ini juga bertugas menyebarkan virus kebaikan di tengah masyarakat, untuk memerangi korupsi di lingkungan yang paling kecil, yakni keluarga. Sehingga muncul karakter-karakter positif, tidak hanya bagi suami, tapi juga anak atau generasi penerus yang di kemudian hari tidak lagi menghalalkan segala cara untuk menjadi seorang koruptor, sekaligus menyelamatkan bangsa dari besarnya bahaya korupsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here