Ketua DPRD Wonosobo :Perlunya Perhatian Pada Reformasi Birokrasi

WONOSOBOZONE – Sisa
lebih penggunaan anggaran (SILPA) di APBD Kabupaten Wonosobo, yang menunjukkan
peningkatan secara signifikan sepanjang lima tahun terakhir menjadi sorotan
kalangan legislatif. Dalam rapat paripurna istimewa dengan agenda tunggal
penyampaian rekomendasi laporan kinerja pertanggung jawaban (LKPJ) Akhir Masa
Jabatan (AMJ) Bupati Wonosobo 2010-2015, hal tersebut menjadi salah satu dari
14 hal yang menurut dewan harus diperbaiki di masa mendatang. “SILPA yang pada
Tahun 2011 masih ada di angka 11 Milyar, pada Tahun 2014 sudah mencapai 100
Milyar Rupiah lebih”, urai Miswanto, anggota Komisi B yang didaulat untuk
membacakan rekomendasi.
Ketua
DPRD Wonosobo, Afif Nurhidayat menilai, adanya kelebihan sisa anggaran tersebut
tak memiliki korelasi dengan upaya Pemkab untuk melakukan efisiensi. “SILPA
yang meningkat drastis sepanjang 5 tahun terakhir cenderung menunjukkan adanya
ketidakmampuan menyerap anggaran, karena tidak sesuainya rencana dengan
realisasi program”, sebut Afif. Ke depan, atau pada era kepemimpinan baru
setelah usainya masa bakti Bupati periode 2010-2015, Afif berharap hal itu
menjadi perhatian serius agar tidak terulang. “Kami mencatat setidaknya ada 14
hal yang pantas dijadikan perhatian serius dan ditempatkan sebagai skala
prioritas untuk pembangunan Kabupaten Wonosobo di masa mendatang”, lanjut Afif.
Selain
kelebihan SILPA yang disinyalir erat kaitannya dengan tidak terserapnya
anggaran disebabkan kurang optimalnya kinerja pemerintah, dalam rekomendasi
yang diterima oleh Wakil Bupati Dra Hj Maya Rosida MM itu, disebutkan pula
perlunya perhatian pada reformasi birokrasi. “Perda Organisasi Perangkat Daerah
(OPD), yang belum lama ini diterapkan, ternyata masih belum menunjukkan
peningkatan kinerja pegawai, bahkan di beberapa sektor pelayanan masyarakat,
justru tampak kurang optimal”, ungkap Afif. 
Selanjutnya, Pemerintah juga diminta memperbaiki upaya mengurangi angka
kemiskinan di Kabupaten Wonosobo, yang hingga saat ini dinilai masih tinggi.
“Meski berkurang, jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Wonosobo masih masuk
kategori tertinggi di Jawa Tengah, sehingga berimbas pada daya saing dengan
daerah lain”, tandas Afif.
Item
lainnya yang masuk dalam rekomendasi DPRD terhadap LKPJ AMJ Bupati Periode
2010-2015, diurai Afif meliputi, belum seimbangnya rasio belanja modal dengan
belanja pegawai, perlunya keberanian dan langkah konkret dalam upaya menangani
galian C, perlunya pengembangan dan optimalisasi potensi pariwisata, perhatian
terhadap menjamurnya pasar modern, zonasi parkir secara lebih teratur,
Optimalisasi penanganan limbah Rumah Sakit Umun Daerah, peningkatan pelayanan
RSUD, serta pengelolaan pendidikan agama dan bidang keagamaan.
Maya Rosida dan Ketua DPRD Wonosobo, Afif Nurhidayat

Source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here