Kesadaran Masyarakat Tentang Hidup Sehat Rendah, Sanitasi Wonosobo Terburuk Se-Jateng

WONOSOBOZONE -Untuk memenuhi target universal access sanitasi atau 100% sanitasi layak masyarakat Indonesia di tahun 2019, Pemkab Wonosobo melalui BAPPEDA Kabupaten Wonosobo, mulai mempersiapkan pemutakhiran dokumen Program Nasional Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembanguna Daerah Kabupaten Wonosobo, Agus Dwi Atmojo, saat memimpin diskusi awal pemutakhiran dokumen PPSP, Jum’at, 8 April di Ruang Pertemuan BAPPEDA.
Menurutnya, dokumen PPSP yang pernah disusun pada tahun 2012, perlu dikaji ulang sehingga bisa memenuhi target 100-0-100 yang ditetapkan dalam RPJMN 2015-2019, sekaligus amanat dari Sustainable Development Goals (SDG’s) yang merupakan kelanjutan dari MDG’s. 100-0-100 ini adalah 100 persen akses air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen sanitasi.
Dokumen PPSP ini terdiri dari EHRA (Environmental Health Risk Assessment), Buku Putih Sanitasi (BPS), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), dan Rancana Tindak Sanitasi (RTS). Sebagai langkah awal, pihaknya telah menyusun pembentukan Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Wonosobo, yang dikukuhkan melalui SK Bupati nomor 658/80/2016 pada tanggal 31 Januari 2016, yang beranggotakan lintas OPD dan diketuai Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo.
PPSP sendiri merupakan upaya terobosan untuk mengejar ketertinggalan dalam pembangunan sanitasi dan sebagai upaya untuk mengurangi kondisi lingkungan yang tidak sehat agar bisa berubah menjadi lebih sehat.Kebijakan dalam perbaikan sanitasi, yang terdiri dari air limbah, sampah dan drainase, sebelumnya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama dengan keterlibatan berbagai pihak dan masyarakat, melalui program PAMSIMAS, pengolahan sampah organik dan anorganik, imbal swadaya penataan pemukiman dan lingkungan, serta Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM).
Meski beberapa program pernah mendapat apresiasi dari beberapa instansi dan Kementerian, namun selama 4 tahun terakhir, pembangunan sanitasi di Wonosobo masih terbiilang belum sukses. Capaian prosentase sanitasi layak warganya di Jawa Tengah masih di angka 47 persen atau di posisi ke 34. Hanya selisih sedikit dari Banjarnegara yang ada di posisi terakhir di Jawa Tengah.
Hal ini menurut Agus, dimungkinkan oleh pola pikir dan kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam memahami program sanitasi layak. Seperti kebiasaan buang besar air yang masih di sungai karena belum adanya kesadaran membuat septic tank di tiap rumah. Ditambah kondisi aktual akses sanitasi, seperti air limbah domestik, sampah rumah tangga dan drainase lingkungan masih tergolong rendah, serta investasi sanitasi yang masih belum memadai.
Untuk itu, agar pembangunan sanitasi di Kabupaten Wonosobo berjalan sukses, selain dimutakhirkannya dokumen PPSP, juga perlu adanya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergitas semua komponen. Pihak swasta, masyarakat, media massa, sekolah dan perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga swadaya harus mendukung pekerjaan yang akan dilakukan oleh POKJA Sanitasi, sehingga bisa mewujudkan kondisi sanitasi yang baik di kabupaten wonosobo, yang dapat diakses oleh masyarakat dengan komponen teknis yang lengkap, dapat beroperasi secara berkelanjutan, dan tidak menimbulkan dampak sampingan bagi lingkungan.
Strategi sanitasi kabupaten juga harus didukung, melalui upaya sosialisasi kepada masyarakat, tentang pentingnya hidup sehat dan selalu memperhatikan kesehatan lingkungan di sekitarnya yaitu dengan tidak buang air besar sembarangan, melaksanakan praktik mengurangi, mempergunakan kembali dan mendaur ulang atau 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta meningkatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi area bersih dan sehat (sanitary landfill).
Agus menambahkan, dokumen PPSP yang disusun ini, nantinya bisa menjadi porto folio bagi daerah untuk mengajukan investasi sanitasi di daerah baik dari pemerintah pusat, lembaga donor, maupun swasta. Rencana Tindak Sanitasi seniri merupakan syarat memperoleh fasilitasi bantuan pendanaan fisik dan non fisik sektor sanitasi, yang didahului dengan penyusunan Buku Putih Sanitasi sebagai potret aktual atau kondisi eksisting sanitasi Kabupaten Wonosobo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here