KERUGIAN MENCAPAI 175 M LEBIH AKIBAT 230 BENCANA YANG TERJADI DI BANJARNEGARA SELAMA TAHUN 2018

BANJARNEGARA – Sepanjang 2018 telah terjadi 230 bencana di kabupaten yang sebagian besar wilayahnya merupakan dataran tinggi itu.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegera, rincian bencana yang terjadi meliputi 149 tanah longsor, 25 kejadian angin kencang, 46 kebakaran, 6 peristiwa banjir dan sekali erupsi.

Kepala BPBD Banjarnegara, Arief Rahman, mengatakan kerugian materi yang ditimbulkan akibat bencana itu mencapai Rp 175.931.942.500.

“BPBD mengedepankan upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana baik korban jiwa maupun harta benda,” ucap Arief, Kamis (10/1/2019).

Besaran kerugian tersebut dikarenakan rangkaian bencana yang terjadi. Diantaranya 379 rumah warga rusak berat atau roboh dan 316 rumah lainnya rusak sedang serta 340 rumah rusak ringan. Di sisi lain, 80 rumah lainnya dinyatakan terancam terkena bencana.

Selain perumahan, bencana juga merusak infrastruktur umum semisal jalan, jembatan, talud hingga tempat ibadah. Bukan hanya itu, bencana juga mengakibatkan kerusakan di lahan pertanian.

Mengingat hal itu, dihimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tanggap terhadap kemungkinan bencana yang akan terjadi.

Artikel ini dikutip dari jateng.tribunnews.com dengan judul “Sepanjang 2018 Terjadi 230 Bencana Di Banjarnegara Dengan Kerugian Sebesar Rp. 175.931.942.500” Yang ditulis oleh khoirul muzaki Editor Galih Pujo, link
http://jateng.tribunnews.com/2019/01/10/sepanjang-2018-terjadi-230-bencana-di-banjarnegara-dengan-kerugian-sebesar-rp-175931942500

BACA JUGA:  Sosialisasi Hasil Penelitian tentang Petir, Mahasiswa UGM Tuai Pujian dari BPBD Wonosobo
KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.