Keripik Combro Berdayakan Warga Pagedangan

Caption: PROSES. Proses pembuatan keripik combro di dusun Pagedangan Tumenggungan Selomerto dengan alat sederhana dan mengandalkan bahan baku local. Foto Erwin/Wonosobo

WONOSOBOZONE – Diinisiasi Para Ibu Setempat Sejak 2011
Selain penghasil beragam sayuran dan produk pertanian khas daerah lereng gunung, Wonosobo juga kaya dengan hasil berbagai jenis ketela, salah satunya ketela pohon atau singkong. Bahkan produktifitas singkong dinilai melimpah sehingga banyak dijual ke luar daerah. Melihat potensi tersebut, beberapa warga berkreasi mengoah singkong menjadi produk khas, diantaranya tiwul, hingga aneka keripik salah satunya combro.
Bahkan combro yangdikenal luas sebagai jajanan khas Banjarnegara dan Banyumas ternyata banyak diproduksi pengusaha Wonosobo baik skala rumahan maupun usaha menengah. Bahkan di dusun Pagedangan desa Tumenggungan, kecamatan Selomerto, olahan combro menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat yang menjanjikan sejak 7 tahun terakhir.
“Awalnya dimulai para ibu di dusun Pagedangan yang mencari jenis makanan ringan yang mudah diolah dan bahannya bisa didapat di sekitar. Apalagi di daerah kami hasil singkong melimpah dan belum banyak diproduksi di Wonosobo pada kisaran tahun 2010 lalu,” Tutur Ertati ketua kelompok ibu-ibu yang menginisiasi pembuatan combro pada wartawan, Sabtu(18/3).
Maka terhitung sejak tahun 2011 Ertati sudah memulai untuk usaha membuat combro dengan mengkaryakan tetangganya dan memberdayakan para Ibu di Pagedangan. Menurut Ertati, karakteristik keripik combro yang dikenal keras, diubahnya dengan membuat combro yang renyah dan tidak membosankan. Bahkan dengan mengkreasikan bumbu untuk menambah citarasa combro menjadi gurih, pesanan semakin meningkat.
“Dimulai dari mencoba-coba, dan mengingat keripik combro ini tergolong makanan ringan yang kerap kali dimakan sebagai makanan camilan saat berkumpul bersama keluaga juga oleh-oleh, maka kami mencoba menitipkan ke took oleh-oleh hingga ke pedagang camilan,” imbuhnya.
Dengan menggunakan label Mac Jaya Food, combro khas Pagedangan semakin banyak dikenal. Bahkan usaha yang dimulai dari nol tersebut dinilai bertahan dan terus meningkat omzetnya. Sehingga bisa memberdayakan masyarakat, dengan jumlah tenaga harian yang semakin meningkat hingga belasan orang.
“Di daerah ini, sejalk dulu belum pernah mempunyai usaha makanan khusus ataupun usaha UMKM lainnya, hanya para ibu rumah tangga. Selain mudah didapat bahan bakunya, banyak penggemarnya dari semua kalangan baik muda maupun tua. Ternyata respon masyarakat cukup bagus dan jadi oleh-oleh khas,” ungkap Muhammad Abdau, salah satu pengelola Mac Jaya Food.
Meskipun bisa bertahan hingga beberapa minggu tanpa pengawet, ternyata prose embuatan combro cukup sederhana dengan peralatan dapur pada umumnya.
“Cara membuatnya sederhana, Singkong dikupas setelah itu baru dicuci. Kemudian singkong diparut dan digiling untuk mendapatkan bahan yang bagus. Setelah itu, singkong diperas supaya kandungan air hilang dan kemudian hasilnya diayak. Tambahkan bumbu supaya rasa combronya enak. Cara cetaknya yaitu dengan meratakan bahan ke meja agar tipis dan kemudian dicetak lalu digoreng,” jelas Abdau putra Ertati yang juga memasarkan Combro ke berbagai tempat.
Peralatan pendukung lain yang dibutuhkan hanyalah peralatan sederhana seperti pisau, baskom, parutan, wajan, kompor dan perangkat pengemasan seperti sealer listrik. Harga jual rata-rata per kemasan di kisaran Rp7000 hingga Rp10.000 bergantung pada kuantitas pembelian. Dalam sehari, Mac Jaya bisa menghasilkan lebih dari 200 bungkus dan bisa dua hingga tiga kali lipat bergantung pesanan.
”Halangan yang kami alami hanya pada peralatan karean mengandalkan yang ada di rumah saja. Dalam pemasaran kami masih mencakup wilayah Wonosobo dan sekitarnya dan paling ramai saat menjelang lebaran dan libur sekolah. Awalnya kami hanya menitipkan produk kami ke toko oleh-oleh dan pusat camilan, harapannya juga bisa secara online.” pungkas Ertati.
Erwin Abdillah, Selomerto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here