Keren, Curug Dlimas Sapuran Akan Dibuat Bertingkat

WONOSOBOZONE – Semenjak dibuka sebagai objek wisata untuk umum awal tahun ini, Curug Dlimas di Dusun Garungan, Desa Karangsari, Kecamatan Sapuran mulai banyak dikunjungi wisatawan.
Dalam setiap harinya, tak kurang dari 30 an orang datang untuk menikmati kesejukan air dan keindahan alam di sekitar curug. “Untuk saat ini kami memang belum memungut biaya bagi siapapun yang ingin mengunjungi objek wisata di Desa Karangsari, termasuk Curug Dlimas,” jelas Pujianto, Kepala Desa setempat di sela mendampingi kunjungan Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Purnomo, Jumat (26/2).
Pengunjung, menurut Puji hanya ditarik tarif parkir kendaraan dan itupun masih terhitung murah, sangat terjangkau semua kalangan. Pihaknya bersama Pokdarwis desa Karangsari, dikatakan Puji sengaja belum memberlakukan retribusi untuk masuk ke lokasi wisata, mengingat saat ini tengah gencar berpromosi untuk menarik para pengunjung.
Meski diakui belum ada pemasukan berarti dari beberapa objek wisata di desanya, warga bersama Pokdarwis Karangsari, menurut Puji sangat antusias dan penuh semangat untuk mempercantik serta melengkapi sarana dan prasarana penunjang bagi wisatawan.
“Untuk curug Dlimas ini kami merencanakan akan membangun sarana penunjang seperti toilet, tempat istirahat dan meninggikan curug agar terlihat bertingkat-tingkat serta melebarkan areanya sehingga pengunjung lebih leluasa,” terang Pujianto. Selain itu, akses jalan menuju ke Curug Dlimas, menurut Puji juga akan diperbaiki dan bahkan saat ini warga tengah membuat jalan yang bisa dilalui sepeda motor hingga sampai ke lokasi curug.
Curug Dlimas yang saat ini berketinggian sekitar 50 meter, diakui Puji memang memiliki keelokan lebih bila dibandingkan dengan dua curug lain yang ada di Karangsari. “Di waktu-waktu tertentu, sekitar lepas tengah hari pengunjung yang beruntung akan bisa menikmati pesona pelangi puspa warna di antara deburan air terjun,” tutur Puji.Sebelum sampai ke lokasi, pengunjung yang memilih berjalan kaki melalui jalan setapak desa, juga disuguhi keindahan alam nan asri.
Wangi buah durian yang khas menggoda selera juga tercium karena perkebunan warga di kanan dan kiri jalan setapak memang banyak yang ditumbuhi pohon si raja buah tersebut. “Di musim durian seperti ini, wisatawan juga berkesempatan menikmati kelezatan si raja buah asli Karangsari, yang kini pasarnya sudah merambah ke luar kota seperti Jogjakarta dan Solo,” lanjut Puji setengah berpromosi.
Selain ke Dlimas, pengunjung juga akan ditawarkan untuk mengunjungi curug lain yang masih sederet, yaitu Curug Kembar dan Curug Glotok, serta Watu Agung dan Watu Ogel. “Watu Ogel memiliki keunikan, karena bila didorong oleh banyak orang tidak bergerak, namun ketika hanya satu orang tertentu justru bisa bergerak,” jelas Bianto, salah satu anggota Pokdarwis yang biasa memandu wisatawan.
Kepala Kanparekraf Agus Purnomo menyambut positif inisiatif warga Karangsari untuk membenahi beberapa objek wisata demi menarik minat pengunjung. “Kami dari Kanparekraf memang mendorong warga desa untuk lebih kreatif dan memanfaatkan potensi yang mereka miliki secara optimal,” kata Agus. Ke depan, Agus berharap inisiatif warga juga beranjak kearah penyediaan tempat menginap bagi  pengunjung.
“Warga bisa memanfaatkan rumah untuk homestay bagi wisatawan, sehingga mereka juga akan bisa menikmati suasana desa yang masih asri dan sangat sejuk di pagi harinya,” harap Agus.Kesan positif terhadap antusiasme warga Karangsari membenahi objek wisata juga datang dari anggota dewan, Handayani.
Menurut politisi perempuan yang duduk di Komisi D itu, potensi alam, terutama curug yang ada di Desa Karangsari memang memiliki daya tarik luar biasa dan sangat layak untuk dikembangkan. “Hanya akses jalan menuju ke Karangsari saat ini rusak cukup parah, sehingga meski jarak dengan Kota Kecamatan hanya sekitar 4 kilometer, harus ditempuh agak lama,” tuturnya. Kondisi tersebut, dikatakan Yani memerlukan perhatian dari Pemerintah, agar secepatnya bisa dibenahi. Status jalan yang merupakan jalan Provinsi, menurutnya memerlukan koordinasi antara beberapa Dinas dan Instansi terkait.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here