Kepala Pariwisata = Setelah Kota Pusaka, Wonosobo Diajukan Sebagai Warisan Dunia

Pj Bupati Wonosobo Satriyo Hidayat Tandatangani Piagam Kota Pusaka

WONOSOBOZONE.COM – Demi mengoptimalkan upaya penataan ruang wilayah perkotaan, Wonosobo bergabung dengan 10 Kabupaten / Kota lain se-Indonesia, mengikuti program kota pusaka. Melalui program yang difasilitasi langsung oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Bina Penataan Bangunan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut, diharapkan program revitalisasi kota Wonosobo sebagai ecodistrik bisa dilaksanakan secara sustainable (berkelanjutan). Keikutsertaan Wonosobo dalam program tersebut, ditandai dengan penandatanganan piagam komitmen Program Penataan dan Pelestarian Kota Kota Pusaka (P3KP), oleh Penjabat Bupati, Satriyo Hidayat, di Gedung Kementerian PU dan Pera, Jakarta, Kamis (10/12).

Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Purnomo yang turut mendampingi Pj Bupati dalam acara penandatanganan MoU piagam P3KP, menyambut positif karena program tersebut dinilainya akan sangat mendukung upaya mendorong tumbuhnya sektor pariwisata. “Dengan adanya komitmen bersama menjaga dan melestarikan Kota Wonosobo sebagai bagian dari warisan nasional (National Herritage), kami meyakini hal itu akan mampu mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ,” jelas Agus ketika ditemui di kantornya, Jum’at (11/12). Setelah penandatanganan MoU tersebut, Wonosobo bersama Kabupaten Temanggung, Kebumen, Purworejo, Purbalingga, Tidore Kepulauan, serta Kota Singkawang, Tangerang, Probolinggo, Palopo dan Mataram akan masuk dalam kategori Kota Pusaka yang didorong untuk mengembangkan penataan ruang dan wilayah sesuai warisan cagar budaya yang dimiliki.
Hal itu, dikatakan Agus sesuai dengan imbauan Dirjen Cipta Karya Andreas Sihono. “Himbauan dari Dirjen Cipta Karya adalah agar 11 Kabupaten/Kota yang turut menandatangani MoU Kota Pusaka bersedia menjaga dan melestarikan cagar budaya, dengan menegaskannya dalam peraturan daerah (Perda),” kata Agus. Contoh nyata dari penataan kota yang memperhatikan keberadaan warisan dan cagar budaya, dikatakan Agus sudah dilakukan oleh Bukittinggi di Padang, Sumatera Barat. Di Kota yang terkenal dengan jam Gadang tersebut, warisan cagar budayanya bahkan telah memberikan kontribusi sangat positif pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat. “Wonosobo pun kelak akan mampu melakukan hal serupa, apabila program Kota Pusaka berjalan sesuai harapan, dan bahkan bisa diajukan untuk diakui sebagai warisan dunia atau World Herritage,” pungkas Agus. (Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here