Kenduri 1000 Tenong Maknai Peringatan Hari Jadi Wonosobo Ke 194

WONOSOBOZONE – Ribuan masyarakat Wonosobo terlihat berbondong-bondong memadati Alun-alun kota Wonosobo untuk menyaksikan upacara prosesi peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo yang ke 194, Rabu (24/7). Selain digelar upacara hari jadi Wonosobo, berbagai kesenian lokal pun dipentaskan untuk menghibur warga usai upacara.

Dalam acara tersebut tampak hadir Bupati Wonosobo Eko Purnomo yang bertindak selaku Inspektur upacara, serta juga dihadiri oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Wonosobo. Para peserta upacara, baik dari jajaran pemerintahan maupun warga terlihat mengenakan busana adat Jawa yang semakin membuat khidmat suasana upacara.

Selain itu, para peserta upacara juga masing-masing membawa tenong yang berisi beraneka ragam makanan. Mulai dari Nasi, jajanan pasar, lauk-pauk, sayuran, hingga buah-buahan. Usai dibacakan doa, pera pejabat bersama dengan warga menikmati aneka makanan yang berada di dalam tenong. Dua gunungan yang berisi aneka hasil bumi Wonosobo juga menjadi rebutan warga.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Wonosobo, One Andang Wardoyo, mengatakan, kenduri 1.000 tenong yang digelar usai upacara merupakan rangkaian peringatan hari jadi Wonosobo ke-194. Kenduri 1.000 tenong ini dimaksudkan sebagai simbol pelayanan kepada warga.

Pemerintah Kabupaten maupun pemerintah desa harus memberikan sesuatu kepada warganya. Isi dari tenong dinikmati bersama-sama dengan warga, hal tersebut sebagai gambaran pemerintah wonosobo dalam melayani masyarakat dilakukan dengan sepenuh hati,” kata Andang.

Sedangkan dua gunungan yang diperebutkan warga tersebut lanjut Andang, sebagai simbol potensi pertanian di Wonosobo. Isi dari gunungan tersebut sebagian besar berisi sayur-sayuran yang merupakan salah satu potensi Wonosobo. “Tidak hanya tentang pesona alamnya, tetapi ada hasil pertanian,” ungkapnya.

Dalam peringatan hari jadi Wonosobo ke-194 yang mengusung tema ‘Kelola potensi, lestarikan lingkungan dan memajukan budaya’, Andang juga berharap, kedepan Kabupaten Wonosobo bisa semakin baik dan tidak tertinggal dari daerah lain,

BACA JUGA:  Hadapi Porprov, KONI Wonosobo Targetkan 33 Medali

Dengan tema yang kami usung harapannya Wonsobo menjadi lebih kreatif dan bisa mengoptimalkan potensi alam serta budaya agar tidak tergerus budaya asing,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Wonosobo, Eko Purnomo mengatakan hari jadi kabupaten Wonosobo ke- 194 pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan tradisi kebudayaan Wonosobo untuk menghormati jasa – jasa yang sangat tinggi kepada para pendahulu kita.

Bupati juga menyampaikan, di hari jadi ini jajaran Forkompinda juga melaunching inovasi paten untuk 15 kecamatan. β€œIni bentuk komitmen Pemkab wonosobo dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya di kecamatan melainkan sampai ke desa – desa.” terang Bupati. (Why/WZ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.