Kemitraan Sekolah Dengan USAID Prioritas Pacu Minat Baca Siswa

WONOSOBOZONE – USAID Prioritas Jawa Tengah kembali mengajak insan media dan mitra kehumasan pemerintah Kabupaten/Kota untuk mendalami peran dan dampak kerjasama mereka dengan sekolah. Selama 2 hari, Jum’at dan Sabtu (29-30) April lalu, para jurnalis dari beberapa media massa dan elektronik diajak bertukar pikiran, sekaligus mengevaluasi sejauh mana tingkat keberhasilan program-program yang telah dikembangkan di sekolah mitra. Meski belum 100%, efek positif dari adanya kemitraan dengan USAID Prioritas Jateng di 15 Kabupaten/Kota menunjukkan hasil-hasil yang sangat menggembirakan.
Salah satunya adalah tumbuhnya minat baca di kalangan siswa, setelah diterapkannya program sekolah literasi, yang aplikasinya adalah pembudayaan gerakan membaca di setiap waktu-waktu luang sekolah. Selain itu, dari meningkatnya minat baca tersebut, muncul pula kreatifitas siswa serta keberanian untuk mengemukakan pendapat di depan guru maupun teman-temannya sekelas. “Kelas menjadi lebih hidup, dan proses belajar mengajar pun berlangsung lebih menyenangkan,” sebut Nurcholis, koordinator USAID Prioritas Jawa Tengah seusai acara kunjungan lapangan di SD N Kalibanteng Kidul 1, Semarang.
Dari pengamatan di SD N Kalibanteng Kidul 01 tersebut, kondusifitas KBM memang terlihat nyata. Berbagai mata pelajaran yang diberikan guru, baik di dalam maupun di luar kelas, mendapat respon sangat positif dari siswa. Antusiasme murid dalam mengikuti pelajaran pun menjadi berlipat, tatkala orang tua turut mendampingi mereka di dalam kelas. “Setelah kemitraan dengan USAID Prioritas, kami memang mengajak wali murid untuk bisa terlibat langsung di dalam kelas, bahkan terkadang ada yang justru kami minta untuk mengajar,” jelas Eny Anggorowati, Kepala Sekolah SDN Kalibanteng Kidul 1.
Selain untuk memperlihatkan secara langsung progress anak-anak mereka di sekolah, keterlibatan wali murid juga menjadi kontrol bagi siswa agar sungkan ketika hendak berbuat negatif, seperti mengganggu KBM. Salah satu wujud nyata dari suksesnya kemitraan antara SD N Kalbanteng Kidul 01 dengan USAID Prioritas Jateng, menurut Eny terlihat ketika belum lama ini Daffa Farros Oktoviarto mendadak tenar selayak selebritis. Daffa adalah siswa kelas IV di SD N Kalibanteng Kidul 01, yang dengan berani menghadang para pengguna kendaraan bermotor salah jalur.
Karena merasa bahwa trotoar adalah hak bagi pejalan kaki dan bukan untuk sepeda motor, Daffa nekat menegur para pelanggar jalur itu sendirian. Aksi Daffa, menurut Eny bahkan telah mendapat apresiasi dari Walikota Semarang dan Gubernur Jawa Tengah. “Ini tidak bisa lepas dari hasil pembelajaran yang kami terapkan, yaitu agar siswa berani mengemukakan pendapat mereka dengan berlandaskan alasan kuat dan benar,” terang Eny lagi.
Di Wonosobo sendiri, kemitraan dengan USAID Prioritas juga telah menunjukkan hasil sangat positif. Salah satunya tampak ketika belum lama ini delegasi dari Kamboja mengunjungi SD N 1 Garung. Menurut Sarwa Eka, selaku fasilitator daerah (Fasda) USAID Prioritas Jateng di Wonosobo, SDN 1 Garung termasuk yang berhasil mengimplementasikan program dengan baik. “Sudah ada partisipasi orang tua siswa, serta kebijakan transparansi anggaran di sekolah, sehingga kelangsungan KBM kini jauh lebih kondusif,” terang Eka ketika ditemui Minggu (1/5).
Selain SD N 1 Garung, Eka menyebut salah satu SD yang cukup jauh dari pusat kota Wonosobo, yaitu SD N 2 Kalibawang. “Di SD 2 Kalibawang, siswa bahkan telah menunjukkan kreatifitasnya dengan membuat alat pendeteksi benda isolator dan konduktor dari bahan sederhana,” tutur Eka. Ke depan, USAID Prioritas dikatakan Eka juga akan terus mendorong sekolah agar mampu mempraktekkan praktik yang baik dalam pembelajaran. “Para pendidik pun akan didorong agar lebih profesional, melalui program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB),” tandas Eka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here