Kembangkan Teh Wonosobo, Pemkab Tandatangani Kerjasama dengan OISCA

WONOSOBOZONE – Untuk lebih mengembangkan pertanian organik, dengan fokus teh asli Wonosobo, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, Pemkab Wonosobo menandatangani kerjasama dengan Organization for Industrial and Cultural Advancement (OISCA) Jepang. Penandatangan dilakukan Sabtu 13 Agustus sore, di Pendopo Kabupaten Wonosobo, antara Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, dengan Ketua Yayasan OISCA Indonesia, Dicky Arisalfa.
Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, dalam sambutannya setelah penandatangan MoU, menyambut baik atas dukungan serta kerja sama OISCA terhadap pembangunan pertanian di Kabupaten Wonosobo, terutama dalam meningkatkan dan mengembangkan budidaya pertanian organik, melalui penelitian, pendidikan serta pelatihan, lebih khusus lagi tanaman teh asli Wonosobo.
Ia berharap, upaya ini akan berdampak positif bagi peningkatan pendapatan petani. Hal tersebut tentunya berdasar, karena saat ini  harga produk pertanian organik dinilai lebih tinggi dari produk pertanian konvensional, apalagi dengan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya bahan pangan yang aman bagi kesehatan, maupun gaya hidup sehat, menjadikan produk organik prospek untuk dikembangkan, karena pasokannya terbatas.
Selain itu, pertanian organik juga bermanfaat bagi kelestarian lingkungan hidup, yang mana kegiatan produksi pada sistem pertanian ini didasarkan pada proses dan daur ulang ekologis, yang memberikan keuntungan bagi lingkungan terutama untuk tanah, air, habitat, keragaman hayati dan udara, dengan pemanfaatn pupuk dan pestisida yang non-kimia.
Menurutnya, hal tersebut semakin mendesak untuk dilakukan, mengingat Wonosobo merupakan daerah tangkapan air, dengan posisi topografi kawasannya paling tinggi. Karena itu nasib daerah dibawahnya, sangat tergantung dari konservasi alam di Kabupaten Wonosobo. Di sisi lain, Wonosobo juga menjadi penentu bagi kelestarian dan ketersediaan air Sungai Serayu yang melewati 5 kabupaten sehingga keberadaanya menjadi sangat vital.
Sejalan dengan itu, selain dukungan bagi pembangunan pertanian berkelanjutan, Eko berharap adanya dukungan dan kontribusi nyata OISCA terhadap upaya yang selama ini dilaksanakan Pemkab bersama seluruh mitra pemerintah dalam pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Wonosobo. Ia optimis, adanya dukungan dan kerjasama dari OISCA, sedikit banyak akan memberikan stimulan positif bagi pelestarian lingkungan hidup, serta pembangunan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Wonosobo.
Sementara Ketua Yayasan OISCA Indonesia, Dicky Arisalfa, menyampaikan OISCA adalah organisasi International nirlaba yang berpusat di Jepang, dan memiliki banyak cabang yang tersebar diberbagai negara terutama di kawasan Asia Pasifik dan Amerika latin. Berdirinya Oisca di berbagai penjuru dunia bertujuan untuk meningkatkan semangat dan budaya berkarya pada masyarakat dunia, khususnya pada masyarakat negara – negara berkembang. 
Sedangkan maksud dan tujuan dari dibuatnya nota kesepahaman ini adalah sebagai dasar bagi pihaknya untuk berkerjasama dalam mengembangkan program pertanian organik melalui pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat tani teh.
Pihaknya akan menyiapkan tenaga instruktur untuk pendidikan dan pelatihan serta menyiapkan tenaga pendamping keterampilan teknis pertanian untuk masyarakat tani teh setempat. Instruktur yang disiapkan pihaknya, telah memiliki pengalaman dan teknologi terbarukan dalam mengolah teh, termasuk pembuatan mesin pembuat teh.
Nota Kesepahaman sendiri berlaku untuk jangka waktu 3 tahun, dan untuk pelaksanaan kesepakatan bersama ini, baik Pemkab maupun OISCA, sepakat untuk segera membentuk tim pelaksana, yang terdiri dari wakil kedua belah pihak, didampingi Koperasi Masyarakat Teh Indonesia (KOMTEI) Wonosobo, sebagai pelaksana teknis, yang akan mendiskusikan seluruh aspek yang berhubungan dengan nota kesepahaman yang sudah dilaksanakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here