Kelurahan Kalibeber Terapkan Protokol Covid-19 Saat Lebaran

Wonosobo 24 Mei 2020 – Langkah baik dari pemerintah kabupaten Wonosobo dalam menyikapi lebaran ditengah pandemi tahun ini. Melalui surat edaran bupati Wonosobo nomor 360/087/2020 & nomor 443.2/093 tentang pembatasan aktivitas warga desa/kelurahan selama lebaran dan dilakukan mulai tanggal 23 Mei sampai 30 Mei 2020, disambut baik warga kelurahan kalibeber. Hal tersebut mendapatkan respon baik dari warga kelurahan Kalibeber Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo yang langsung menjalankan perintah bupati melalui surat edaran yang dipublikasikan sejak melalui instagram @diskominfo_wsb pada tanggal 19 Mei 2020 lalu.

Melihat peningkatan jumlah pasien positif di Wonosobo yang terus meningkat, Lurah Kalibeber menerangkan bahwa “Sesuai dengan yang sudah kami lihat dan sudah dilaporkan oleh pengurus gugus tugas penanganan covid 19 kelurahan kalibeber telah melakukan kegiatan diantaranya mengumpulkan ketua rw se kelurahan kalibeber, tokoh masyarakat, , dan lembaga masyarakat untuk bersama – sama mengkordinasikan penanganan covid 19 di tingkat RW masing – masing. Kelurahan mengawali dengan memberikan stimulan kepada RT se Kalibeber dan memberikan desinfektan untuk melakukan penyemprotan di wilayah masing – masing. Selain itu juga kami telah melakukan pembuatan balio himbauan dan pamflet kepada semua KK di kelurahan Kalibeber. Kami juga telah melaksanakan himbauan dan sosialisasi keliling dan menganggarkan jaringan sosial senilai Rp, 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) bagi warga yang terdampak covid 19 atau corona. Masing – masing KK mendapatkan bantuan dalam bentuk sembako senilai Rp, 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) selama tiga bulan.

Hal itu ternyata dianggap kurang dirasakan oleh warga, Ahmad Hasanudin Bahri warga RT 01 RW 4 kelurahan Kalibeber yang rumahnya berada disekitar terminal kalibeber, menilai “Kami tidak merasakan sama sekali si nol, maksudnya saya belum pernah merasakan apapun. Bantuan yang berupa masker juga tidak malah saya yang kerepotan, bahkan saya ikut membuatkan masker dan mendonasikan jadi menurut saya tidak ada sama sekali. Termasuk seperti pengaturan harusnya kan ketika diterminal itu selagi ada pujasera atau penjual takjilkan ikut bantu minimal ikut bantu banser atau ansor untuk bisa memberikan beberapa penyuluhan terkait dengan jaga jarak dan sebagainya tapi bagi saya gugus tugas kalibeber itu tidak gerakannya ada nol persen.”

Menjelang hari lebaran, pemerintah kabupaten Wonosobo melakukan random rapid tes di sekitaran pasar induk wonosobo. Hasil random rapid tersebut menunjukan 1 warga kelurahan kalibeber dinyatakan reaktif, hal itu membuat warga kalibeber resah. Banyaknya warga kalibeber yang resah, membuat organisasi masyarakat melakukan gerakan untuk melakukan pembatasan wilayah berskala desa/kelurahan dengan berdasarkan surat edaran bupati. Hal itu disampaikan oleh ketua pelaksana komandan banser ranting Mekarsari Hartowi yang akrab dipanggil Hardik itu menerangkan bahwa “kami awalnya mendengarkan keresahan warga tentang kurangnya gerakan gugus tugas kalibeber, kemudian kami berkordinasi dengan beberapa organisasi masayarakat desa seperti Banser ranting kalibeber melalui GP Ansor ranting Kalibeber, banser ranting Munggang melalui GP Ansor Munggang, KOKAM Kalibeber, LPMK Kalibeber, Paguyuban RW Kelurahan Kalibeber,dan Danton Linmas Kalibeber untuk bersepakat menjalankan surat edaran bupati yang kita tau itu. Oh ya, selain itu kami juga telah berkordinasi dengan Ketua gugus tugas penangan covid 19 kelurahan kalibeber untuk melakukan kegiatan PSBD/K itu. Hasilnya semua organisasi desa yang tadi saya sebutkan menandatangani surat kesepakatan melakukan PSBD/K itu, bahkan ketua gugus tugas kelurahanpun ikut menandatangani surat kesepakatan tersebut. Setelah dirasa semuanya bersepakat, kamipun melaporkan hal itu ke pak lurah, pak kapolsek mojotengah, dan pak danramil mojotengah. Kami sempat bingung, mengingat posisi kalibeber ada jalan kabupaten. Apakah hal itu boleh dilakukan penutupan, ternyata dari pihak kelurahan mengatakan tidak boleh melakukan penutupan namun apabila dilakukan pembatasan dan tetap memberikan kelongaran – kelongaran seperti yang ada disurat edaran bupati silahkan dilaksanakan. Akhirnya kamipun bergerak pada malam lebaran sekitar pukul 20.00 WIB untuk melakukan pengamanan di empat pos yaitu di pintu masuk desa kalibeber melalui dusun munggang atas, depan UNSIQ, di dusun jengrungan, dan di depan SMK Takhassus Al-qur’an. Selain itu, sebagian rekan – rekan banser juga melakukan patroli di wilayah RW – RW untuk mengingatkan warganya agar tidak melakukan takbir keliling. Selain itu silaturohmi juga diadakan online saja, untuk warga lain desa atau lain kelurahan dan daerah lain dilarang masuk ke wilayah kalibeber, kecuali sembako, medis dan warga yang benar – benar memiliki tujuan yang jelas, itu saja tidak dizinkan masuk kalau tidak menggunakan masker dan tidak menjalankan protokol kesehatan. Kemudian, kegiatan ini akan kami lakukan mulai hari ini 23 Mei sampai 30 Mei 2020.”

BACA JUGA:  Tahanan Narkoba di Magelang Coba Kabur Saat Mau Sidang

Inisiatif organisasi masyarakat desa ini, ternyata direspon baik oleh pemerintah kelurahan Kalibeber, Hartono lurah Kalibeber yang pada saat apel organisasi masyarakat desa yang dalam hal ini dilakukan oleh Banser Mekarsari, Munggang, dan Kalibeber di malam takbir hadiri Apel memberikan sambutan dan arahan kepada semua personil yang akan bertugas di masing – masing pos selama 7 hari kedepan. Hortono juga menerangkan bahwa “Ini merupakan gerakan yang bagus, mengingat kondisi yang ada seperti ini, yang terpenting tetap menjaga kenyamanan bersama dan kelurahan kalibeber aman”. Sebelumnya pada saat rapat kordinasi di gedung posyandu kelurahan Kalibeber yang dihadiri oleh Kapolsek Mojotengah, Dandramil Mojotengah, ketua paguyuban ketua RW, ketua LPMK, GP Ansor ranting Mekarsari, GP Ansor Ranting Kalibeber, GP Ansor Ranting Munggang, dan lurah kalibeber. Lurah Kalibeber mendukung inisiatif warga untuk melakukan kegiatan tersebut. Tidak hanya pemerintah kelurahan kalibeber saja yang merespon baik inisiatif warga. Fajar Mubarok warga RT 04 RW 13 juga mengatakan hal serupa “memang pada saat bulan ramadhan kemarin kita bisa lihat faktanya kemarin saat bulan ramadhan saya masih melihat benar diterminal kalibeber, saat itu masih ramai karena mungkin masih adanya semacam pujasera. Tapi bukan berarti tidak ada gerakan warga malah yang ada banser yang setiap hari harus mengingatkan pembeli dan juga warga yang ada dipusat keramaian tersebut, seharusnya tindakan ini dilakukan oleh gugus tugas kalibeber, namun saya berkali – kali tidak melihat itu. Namun saat ini yang saya lihat bagus sekali gerakan organisasi masyarakat, memang seharusnya sudah dilakukan sedari dulu tanpa harus menunggu warganya ada yang terjangkit covid 19 namun menurut saya tidak ada kata terlambat daripada tidak melakukan apa-apa”. Selain itu Fajar juga menambahkan memang seharusnya gugus tugas kelurahan yang sudah diberikan kepercayaan oleh pemerintah desalah yang melakukan hal ini, tapi kayaknya organisasi masyarakat geram melihat kondisi kalibeber yang ada apa – apa tapi tidak ada apa – apa ini, ya bagus lah tidakan yang bagus, gerakan masyarakat memang harus dan perlu didukung penuh oleh warga dan pemerintah kelurahan.

BACA JUGA:  Pengembangan dan Penerapan Diversifikasi Produk Buah Carica, Wujudkan Proses Produksi Tanpa Limbah

Kontributor : Ahmad Ihsanudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.