Kelompok Tari SD N 1 Wonosobo Sabet Juara 1 Tingkat Kabupaten

WONOSOBOZONE – Tari bertajuk Bocah Sekolah yang dibawakan oleh siswa SD N 1 Wonosobo tampil memukau dalam gelaran Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Wonosobo. Tiga siswa meliputi Aristya Manggala Anindita, Raissa Nurmala Putri dan Apta Ramadhani mampu menyajikan suguhan yang menarik. Oleh juri, kelompok ini dinobatkan sebagai juara 1 dan melaju ke tingkat Provinsi Jateng.

Gelaran FLS2N untuk tingkat SD dan MI digelar di Gedung SKB Wonosobo. Sedikitnya 15 kelompok tari dari tiap kecamatan menyuguhkan kebolehannya. Kelompok tari Bocah Sekolah karya SDN 1 Wonosobo, mendapatkan nomor undi 15. Tiga bocah meliputi dua laki-laki dan atu perempuan, memulai suguhan pertunjukan dengan memadukan konsep olah gerak dan olah suara.

Ngelmu Iku kelakoni kanthi laku. Lekase lawan kas, tegese kas nyatosani, setyo budyo pengekesing dur angkoro,” begitu lantun tembang jawa dibawakan Aristya Manggala Anindita membuka pertunjukan tari.

Kemudian bersahutan dengan dua temannya Apta dan Raissa. Tari kreasi ini tidak berhenti sampai disitu, tiap gerakan dan dinamika dialog yang dibangun, menginterpretasikan situasi anak saat belajar dengan dinamika saling bermain, menghibur dan bekerjasama. Diujung penilaian, juri menempatkan kelompok tari SD N 1 Wonosobo meraih juara 1 , kemudian disusul juara 2 SD 1 Kalierang Selomerto dan Juara 3 SD 1 Bojasari Kertek.

Pelatih tari sekaligus pencipta tari kreasi SD N 1 Wonosobo Waket Prasudi Puger mengatakan, tari Bocah Sekolah yang dibawakan tiga siswa tersebut menggambarkan aktivitas belajar anak dengan nilai tradisi budaya jawa. Selain gerakan tari, dipadukan juga seni tradisi tembang jawa.

Musik iriangan menggunakan instrument gamelan jawa laras pelok dan penggarapan olah vocal yang menghadirkan rasa dalam tarian ini,”katanya.

Untuk menciptkan tari ini, kata Waket, membutuhkan waktu yang Panjang. Selain mengenalkan alur cerita dan gerak kepada anak. Juga penjiwaan terhadap tiap dinamika dialog yang dibangun. Yang tidak kalah penting lagi, melatih tiga siswa ini menguasai tembang jawa. Langkah ini untuk mengokohkan kelestraian budaya Jawa Tengah.

BACA JUGA:  DBD Merebak, Wonosobo Canangkan Gertak PSN-DBD

Kami melatih olah gerak, olah rasa juga olah suara. Tiga hal ini menjadi kekuatan dalam tari kreasi garapan ini,”katanya.

Waket menyebutkan, untuk menghadapi ke tingkat Jawa Tengah, pihaknya Bersama tiga siswanya akan bekerja keras. Harapannya mampu meraih juara 1 Jawa Tengah dan melaju ke tingkat nasional. (W)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.