Kelas Ibu Hamil, Cegah Resiko Kehamilan & Kelahiran


WONOSOBOZONE – Salah satu agenda yang penting dan tidak boleh dilewatkan oleh para ibu hamil adalah kelas ibu hamil yang diadakan di tiap desa. Agenda kelas ibu hamil yang dikoordinir oleh puskesmas di masing-masing kecamatan juga dinilai menjadi agenda penting bagi ibu hamil di berbagai jenjang trimester. Menurut Bidan Ary Listya SST, agenda tersebut selalu mengundang para ibu hamil di lingkup desa dan bahkan untuk pertemuan tertentu juga mengundang para bapak. Selain menjadi salah satu media untuk menyalurkan informasi penting seputar kehamilan dan berbagai permasalahan yang erat kaitannya dengan proses menuju persalinan, dikatakan Ary juga penting mencegah kasus-kasus kehamilan berresiko. Bahkan sebagai pencegahan untuk mencegah munculnya angka kematian ibu dan bayi.

“Kebetulan di Kelurahan Selomerto ini jumlah ibu hamil cukup tinggi. Untuk satu angkatan ini terdata sekitar 48 peserta. Ini memang program dari puskesmas dan terbagi jadi empat pertemuan. Di antara materi-materi yang diberikan selain soal nutrisi dan hal-hal seputar kesehatan ibu dan janin. Kebetulan jumlah atau angka kelahirannya tinggi. Dan angka kematian bayi rendah,” kata Ary.

Untuk kasus lain seperti stunting memang jarang ditemui. Tetapi beberapa kasus yang pernah ditemui puskesmas setempat adalah gizi buruk. Beberapa kasus gizi buruk bisa juga diakibatkan karena cacingan dan kurang asupan nutrisi. Selain juga karena factor dari kandungan.

“Kegiatan ini diampu Bidan desa, bidan puskesmas. Di pertemuan pertama ada berbagai materi, termasuk gizi, gigi, dan dari materi khusus dari dokter atau pengampu.  Yang mengisi materi. Harapan kami para ibu semakin peduli dan memahami kebutuhannya agar persalinannya lancar,” imbuhnya.

Sementara itu menurut Atun, salah satu peserta asal dusun Kauman, Selomerto, beberapa sesi selain materi atau penjelasan dari bidan maupun dokter ada juga senam hamil.

“Jadi setiap akhir pertemuan ada senam hamil dan cukup bagus bagi kami yang jauh dari kota, karena kesannya senam hamil hanya ada di kota, padahal sekarang di desa sudah ada kelas ibu hamil dan dekat dengan tempat tinggal kita,” kata wanita yang tengah di trimester ke dua kehamilan itu.

Sebagai ajakan sekaligus presentasi, di kelas hamil juga disediakan makanan yang harus dikonsumsi para ibu sesuai dengan kandungan nutrisi yang disarankan. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here