Kekerasan Anak di Kabupaten Magelang Mencapai 1.274 Kasus

MAGELANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Propinsi Jawa Tengah, menggelar pelatihan media sensitif gender bagi penggiat media di Hotel Atria Kota Magelang, Senin (15/07/2019).

Kegiatan itu dilakukan melihat selama tahun 2018 kekerasan anak di Kabupaten Magelang Mencapai 1.274 kasus. Meski terus turun dibanding 2016 dan 2017 yang mencapai 1.450 dan 1.390 kasus, namun kejadian ini masih sangat memprihatinkan. Sementara kasus kekerasan terhadap perempuan, justru meningkat dibanding 2017 dari 920 menjadi 1.017 kasus pada Tahun 2018.

Wakil Ketua DPRD Propinsi Jateng, Ahmadi mengatakan, dalam kegiatan ini diikuti sekitar 50 perwakilan penggiat media di Kabupaten Magelang, Purworejo dan Kebumen. Hadir juga beberapa perwakilan humas Polsek di jajaran Polres Purworejo.

“Anak korban perkosaan hendaknya diberikan perlindungan dari media massa. Kenyataan sering sesekali media massa memberitakan identitas anak korban perkosaan tersebut. Padahal hal ini sangat berdampak terhadap spikologi dan mental anak dikemudian hari. Pelatihan ini penting, agar hal ini tidak terjadi lagi,” katanya dalam materinya.

Selain media peran penting juga harus difahami oleh publik untuk melindungi identitas korban seksual. Karena setiap publik di era sekarang memiliki media sendiri melalui medsos masing-masing.

“Untuk itu, kesadaran publik terhadap perlindungan terhadap korban kekerasan seksual juga perlu ditingkatkan. Selain itu, menguatkan kesadaran publik agar lebih bijak dalam menggunakan medsos juga penting untuk menjaga identitas korban,” pintanya.

Sementara Kepala Bidang Data dan Partisipasi Masyarakat DP3AKB, Erik Kristiono mewakili Kepala DP3AKB Propinsi Jateng mengatakan jika sejak 2016 Kementrian PPA telah berupaya membangun keterlibatan masyarakat dalam membanguan pemberdayaan perempuan dan anak. Salah satunya dengan mengakhiri kekerasan terhadap anak, perdagangan manusia dan kesenjangan ekonomi. “Tujuan kegiatan ini adalah agar pemberitaan media ramah anak dan media memiliki pengetahuan tentang HAM anak dan perempuan,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Siswa Mainkan Drama Musikal, 100 Guru Menari Lengger Bersama Menyambut Tim Penilai LSS

Dalam kegiatan itu, juga menghadirkan nara sumber dari Polda Jateng yang diwakili Kanit PPA Ditreskrimum, Kompol Susilowati SH dan dari PWI Pusat, Kamsul Huda.

Artikel dikutip dari krjogja.com Penulis Bagyo Harsono
https://krjogja.com/web/news/read/104604/Kekerasan_Anak_di_Magelang_Mencapai_1_274_Kasus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.