Kejar Juara Umum, Mapsi 2013 Jadi Pemicu Semangat Kertek

Kaligrafi dan Rebana yang menjadi Andalan Kecamatan Kertek Untuk Maju Ketingkat yang Lebih Tinggi

WONOSOBOZONE – Kabupaten Wonosobo pernah berjaya dalam ajang lomba Mata Pelajaran PAI dan Seni (Mapsi) pelajar tingkat Provinsi Jawa Tengah, ketika pada Tahun 2013 silam. Para peserta yang menjadi wakil dari Wonosobo tersebut berhasil meraih juara II dalam kategori Kaligrafi tingkat Sekolah Dasar. Sebelumnya, perwakilan Wonosobo yang menjadi jawara tersebut merupakan jebolan dari Lomba Mapsi yang di selenggarakan Kecamatan Kertek.

3 tahun berselang, atau tepatnya Sabtu, 3 September 2016, upaya untuk menggapai prestasi serupa pun dirintis oleh Kecamatan Kertek, melalui Lomba Mapsi yang diikuti 30 Sekolah se-Kecamatan Kertek, Ketua Panitia, Suwarso yang membuka gelaran Mapsi di SD Negeri 1 dan 2 Kertek berharap, semangat Juara Tingkat Propinsi pada 2013 itu digelorakan kembali, sehingga para peserta benar-benar siap berkompetisi dan merebut juara tak hanya untuk tingkat Kabupaten, tapi juga pada ajang serupa di tingkat Provinsi. “Meskipun sampai saat ini bibit-bibit unggul belum begitu terlihat, namun kami tetap optimis bahwa target tahun ini melebihi prestasi yang pernah di raih pada 2013 lalu,” ujar Suwarso ketika di wawancarai oleh Wonosobo Zone.

Dengan mengingatkan para peserta akan prestasi 3 tahun lalu itu, Suwarso berharap akan muncul motivasi dan semangat untuk mencapai raihan serupa. “Bahkan saya berharap untuk para Juara Mapsi yang ke-19 Kecamatan Kertek, nantinya mampu berprestasi di level yang lebih tinggi lagi, yaitu tingkat Kabupaten dan tingkat Propinsi,” tandas Guru PAI SD Ngadikusuman tersebut. Karena itulah, Suwarso memberikan pesan kepada para peserta untuk mengeluarkan kemampuan maksimal mereka demi menjadi yang terbaik.

Harapan ketua panitia Mapsi tersebut selaras dengan Kepala Sekolah SD 2 Candimulyo / Suratmi // Menurut Suratmi / selain menjadi ajang seleksi bibit terbaik, ajang Mapsi Tingkat Kecamatan Kertek ini mampu menumbuhkan kecintaan kepada PAI dan Seni, khususnya di kalangan generasi usia dini Wonosobo. “Yang terpenting adalah justru bagaimana semangat mendalami dan mencintai Al Qur’an dan PAI beserta Seni bisa tumbuh dan berkembang di masyarakat Wonosobo,” urai Wanita asal Kertek tersebut. Selain itu, 

Suratmi mengaku baru kali pertama mengikuti Mapsi dalam kategori Rebana. “Mapsi Ke-19 Tahun ini dibagi menjadi 8 kategori, salah satunya adalah Rebana yang baru bisa kita ikuti, karena di tahun kemarin, sarana dan prasarana kita yang belum memadai, sehingga mengharuskan kita lebih bersabar untuk dapat mengikuti Lomba Rebana tersebut,” pungkasnya. (Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here