Keamanan Perahu Getek Menjer Kurang Memadai

WONOSOBOZONE – Para nelayan yang biasa mengoperasikan perahu getek di Telaga Menjer, Desa Maron Kecamatan Garung diminta untuk lebih memperhatikan sisi keamanan (safety) para wisatawan pengguna jasa mereka. Permintaan tersebut disampaikan Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol CZI Dwi Hariyono setelah bersama beberapa personel Kodim dan Kepala Parekraf Wonosobo berkeliling telaga, Kamis (14/7) petang. “Perahu getek yang digunakan ini memang sudah cukup bagus, tapi saya lihat perlengkapan keamanan masih kurang, sehingga berpotensi merugikan wisatawan,” ujar Dandim. Menurutnya, beberapa fasilitas keamanan seperti rompi pelampung untuk pengguna jasa getek, serta perlengkapan lain untuk mencegah perahu agar tak tenggelam perlu secepatnya dipenuhi.

“Samping kanan dan kiri perahu seharusnya dilengkapi juga dengan pelampung seperti ban dalam bekas agar apabila sewaktu-waktu terjadi kerusakan pada perahu, tidak langsung tenggelam,” lanjut Dwi. Selain kelengkapan keamanan, Dwi yang mengaku sangat terkesan dengan potensi wisata Telaga Menjer, juga menyoroti kemampuan para operator perahu dalam hal penanggulangan kejadian bencana di air. “Kami dari Kodim siap memberikan pelatihan SAR bagi para nelayan telaga Menjer, agar apabila setiap saat terjadi musibah seperti wisatawan atau pengunjung tenggelam, mampu memberikan pertolongan,” tegas Dwi. Dengan dukungan keterampilan dalam penyelamatan serta kelengkapan fasilitas perahu getek di Telaga Menjer, Dandim meyakini wisatawan yang berkunjung juga bakal semakin nyaman, sehingga ke depan jumlah nya akan terus meningkat.

Menurut Ketua Karang Taruna Desa Maron, Purwanto Joko Susilo yang juga aktif di Pokdarwis, imbauan Dandim terkait fasilitas keamanan perahu getek, sangat berarti bagi kemajuan sektor Pariwisata di kawasan telaga. “Kami para pelaku wisata di Menjer ini memang tengah berupaya berbenah agar ke depan kunjungan wisatawan juga terus naik, sehingga berdampak positif bagi perekonomian warga,” tutur Joko. Para pelaku wisata di kawasan telaga, diakui Joko juga memiliki kesadaran cukup tinggi untuk saling berbagi dengan sesama warga yang kurang mampu. “Setiap 10% pemasukan yang diperoleh dari para wisatawan kami sisihkan untuk kegiatan sosial, seperti santunan untuk dhuafa maupun penyandang masalah sosial di Desa Maron,” pungkas Joko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here