Ke Erorejo, Pengunjung Bisa Berwisata Sekaligus Beramal

WONOSOBOZONE – Popularitas Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang semakin menanjak. Selain karena lobang sewunya, di desa yang dipimpin Ambar Riyanto tersebut juga terdapat sebuah rumah singgah (shelter) untuk para penderita gangguan kejiwaan bernama Panti Psikotis Ibu Utiyah. Sesuai namanya, pacnti yang kini menampung lebih dari 180 penderita gangguan jiwa tersebut merupakan media ikhtiar untuk sesama, milik Utiyah dan keluarganya. Mengingat pengelolaan yang masih dilakukan secara mandiri, panti yang berdiri di bekas kandang peternakan ayam tersebut tentu saja memerlukan support dari banyak pihak. Utiyah pun berkali-kali mengakui pihaknya membuka diri bagi siapapun yang hendak memberikan bantuan.Setelah membantu panti, pengunjung bisa bergeser ke lobang sewu, untuk menikmati keindahan jajaran batuan padas yang diklaim banyak pihak serupa dengan grand canyon di Amerika Serikat. 
Praktek beramal sekaligus berwisata tersebut, dikatakan Kepala Kantor Pariwisata sebagai wisata sosial. “Wisata sosial erorejo sudah dipraktekkan beberapa unsur masyarakat, termasuk organisasi wanita dan beberapa ormas di Wonosobo,” jelas Agus ketika ditemui di kantornya Selasa (17/11). Pihaknya sendiri, mengakui senang dengan fenomena itu, karena selain menumbuhkan semangat kesetiakawanan dengan beramal di panti psikotis, kunjungan ke objek wisata di lobang sewu juga akan memberikan efek positif berupa meningkatnya pendapatan desa setempat. “Satu kali jalan, dua tujuan terpenuhi yaitu beramal, sekaligus berekreasi dan refreshing di Erorejo,” lanjut Agus. Pihak desa, diakui Agus juga menyambut baik adanya kepedulian terhadap keberadaan panti psikotis milik Utiyah tersebut. 
Organisasi wanita seperti para istri pegawai di Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda,rombongan jamaah haji dan beberapa perkumpulan dari luar kota, menurut Agus juga mulai berdatangan ke Erorejo dengan tujuan serupa. “Belum lama ini, kami bersama rombongan haji Gema Arofah angkatan 2008 juga ke Erorejo, membantu panti Psikotis, sekaligus melihat keindahan lobang sewu,” terang pria 57 tahun yang pernah memimpin Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo tersebut. Setelah kunjugan sosial ke Panti, rombongan langsung menuju lobang sewu, menikmati keindahan waduk, batuan unik lobang sewu serta menikmati kuliner khas setempat. “Kuliner Wadaslintang seperti nasi bucu dan pepes nila serta cimplung sudah menjadi buruan para pengunjung, karena rasanya yang memang khas dan menggugah selera,” pungkas Agus. 
Dengan berkembangnya tren wisata baru tersebut, Agus mengaku berupaya mendorong Pemerintah Desa Erorejo untuk membenahi beberapa infrastruktur pendukung. “Penambahan fasiitas umum seperti toilet dan mushola di objek wisata lobang sewu, serta pelebaran jalan akses masuk selayaknya segera dilakukan,” harap Agus. Selain itu, pihaknya juga menyoroti upaya pengamanan area lobang sewu, mengingat batuan tersebut licin, terutama ketika hujan turun, sehingga imbauan kepada para pengunjung perlu lebih gencar melalui papan pengumuman. 
source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here