Kawinkan Kamtibmas Dengan Budaya

WONOSOBOZONE – Beragam cara ditempuh jajaran Polres Wonosobo demi menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota berslogan Aman Sehat Rapi dan Indah (ASRI) ini. Selain  secara masif melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat, upaya untuk menciptakan keamanan dan ketertiban juga ditempuh dengan menggandeng berbagai elemen. Salah satunya terlihat di Pendopo Kabupaten, Jumat (14/10) malam. Kapolres Wonosobo, AKBP Aziz Andriansyah berinisiatif menggelar acara bertajuk jagong budaya, dengan mengundang berbagai elemen masyarakat, termasuk jajaran forum koordinasi umat beragama (FKUB), para seniman dan budayawan. Hadir pula dalam acara yang dikemas dengan tema diskusi kamtibmas dalam budaya itu, Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo beserta beberapa pimpinan OPD terkait.  Selaku tuan rumah acara, Aziz mengungkap alasannya menggelar diskusi yang menghadirkan Supriyanto GS, kolumnis, kartunis dan budayawan kondang asal Semarang.
“Keamanan dan Ketertiban Masyarakat itu tidak bisa saya ciptakan sendiri, hanya dengan mengandalkan diri pribadi, atau mengandalkan saya selaku polisi, bahkan sebagai Kapolres sekalipun,” tutur Aziz. Kepolisian, ditegaskan perwira alumni Akpol 1998 itu, perlu melibatkan semua unsur masyarakat, termasuk kalangan budayawan demi menciptakan kamtibmas yang stabil. “Karena budaya atau kebudayaan saya nilai memiliki stabilitas lebih baik dibandingkan kamtibmas, yang lebih dinamis dan mudah berubah,” lanjut Kapolres termuda di jajaran polda Jawa Tengah itu tegas. Ia berharap, dengan keterlibatan unsur budayawan dalam diskusi, niatnya mendampingkan kamtibmas dengan budaya bisa terwujud. “Keinginan saya adalah bagaimana Kamtibmas ini bisa kawin dengan budaya, sehingga nantinya masyarakat menganggap kamtibmas adalah budaya yang harus dijaga dan dilestarikan bersama,” kata Aziz. Pentingnya kamtibmas yang kondusif, dikatakannya mutlak, karena semua membutuhkan. “Segala aktivitas kita tidak akan bisa berjalan lancar bila lingkungan tidak aman, tidak tertib dan tidak ada upaya untuk menciptakan,” tandasnya.
Niatan Kapolres untuk mewujudkan Wonosobo yang aman dan tertib mendapat dukungan penuh dari semua peserta diskusi. Camat Wonosobo, Zulfa Ahsan Alim yang hadir sebagai salah satu peserta diskusi mengaku sangat berharap agar kamtibmas benar-benar menjadi budaya dalam masyarakat. “Tak sebatas kita hadir dan melihat atau mendengar apa yang disampaikan narasumber, tapi kepada semua pihak saya selaku pribadi maupun sebagai Camat sangat berharap forum diskusi ini menjadi momentum untuk menguatkan niat, menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita seoptimal mungkin,” ungkap Zulfa saat menyampaikan pendapatnya. Ia juga sangat berharap, forum Jagong Budaya bisa menjadi media yang merekatkan semua elemen masyarakat, sehingga tak lagi terkotak-kotak dan terpecah-pecah dalam mengupayakan terwujudnya Wonosobo yang ASRI, serta tertib dalam segala aspek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here